Sepeda motor merupakan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Rote Ndao karena dinilai praktis, ekonomis, dan sesuai dengan kondisi geografis. Honda NSS sebagai dealer resmi memiliki peluang besar untuk menguasai pasar, namun volume penjualan dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan dan belum optimal. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pemasaran yang tepat agar mampu meningkatkan volume penjualan sekaligus mempertahankan daya saing di tengah persaingan otomotif daerah.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Dealer Honda NSS Kabupaten Rote Ndao. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta kuesioner kepada konsumen dan pihak internal dealer. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), kemudian dirumuskan ke dalam matriks SWOT dan matriks keputusan untuk menghasilkan strategi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Honda NSS adalah citra merek yang kuat, kualitas produk terjamin, dan pelayanan karyawan yang ramah. Kelemahan terdapat pada variasi promosi yang terbatas serta harga jual yang relatif tinggi. Dari sisi eksternal, peluang berasal dari tingginya kebutuhan transportasi dan loyalitas konsumen terhadap Honda, sedangkan ancaman muncul dari persaingan ketat serta strategi harga kompetitif pesaing. Analisis SWOT menegaskan bahwa strategi yang paling menonjol adalah SO (Strengths–Opportunities), yakni memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Posisi ini menempatkan Honda NSS pada strategi pertumbuhan (growth strategy), melalui promosi digital, kebijakan harga yang kompetitif, dan peningkatan layanan purna jual.Kesimpulan penelitian ini adalah strategi SO menjadi pilihan utama untuk meningkatkan volume penjualan Honda NSS, dengan arah pertumbuhan stabil dan peluang pertumbuhan cepat di Kabupaten Rote Ndao.
Copyrights © 2026