Desa Wisata Towale di Sulawesi Tengah memiliki potensi wisata bahari dan budaya yang besar, namun optimalisasinya masih terkendala oleh keterbatasan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan destinasi yang memenuhi standar tata pamong pariwisata modern. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas Pokdarwis melalui pelatihan dan pendampingan penerapan prinsip Sapta Pesona serta standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE). Metode pelaksanaan yang digunakan berbasis pada pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dan edukasi interaktif partisipatif (andragogi) melalui tiga tahapan: audit kesiapan, workshop klinis, dan pendampingan implementasi lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta aktif dari pengurus Pokdarwis dan tokoh pemuda Desa Towale. Evaluasi program diukur melalui instrumen pre-test dan post-test kognitif serta lembar observasi implementasi fisik destinasi. Hasil pengabdian menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan mitra dari 49% saat pre-test melonjak menjadi 91% pada post-test (mengalami peningkatan sebesar 42%). Output riil dari pengabdian ini adalah tersusunnya draf SOP sanitasi dan keselamatan destinasi, pengadaan fasilitas CHSE kit, serta penataan zonasi Sapta Pesona yang ramah wisatawan. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan lokal secara terstruktur merupakan determinan utama bagi terwujudnya pariwisata pedesaan yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026