Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) menuntut peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan global. Namun, pembelajaran sains di tingkat dasar sering kali masih berorientasi pada aspek kognitif, bersifat akademik, dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas pentingnya penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. PBL merupakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah nyata yang melibatkan siswa dalam proses berpikir kritis, kolaborasi, dan analisis yang mendalam. Dengan metode studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah, kelebihan, dan kekurangan penerapan PBL. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, interaktif, dan efektif dalam melatih siswa untuk memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah. Namun, pelaksanaan PBL membutuhkan waktu dan strategi pengelolaan yang baik, terutama pada tingkat dasar. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan secara optimal dalam pembelajaran sains guna mencetak generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.Kata kunci: Problem Based Learning, Berpikir Kritis
Copyrights © 2026