KUANTUM
Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)

Penerapan Model Discovery Learning untuk Menguatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar

Ode Zulaeha (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara, Indonesia)
Siti Nur Saleh (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara, Indonesia)
Yuli Asbir (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara, Indonesia)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2026

Abstract

Literasi sains merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar karena berkaitan dengan cara siswa memahami fenomena, menggunakan bukti, dan mengambil keputusan sederhana berdasarkan pengetahuan ilmiah. Hasil prariset pembelajaran IPA di kelas V SDN 65 Kota Ternate menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memberi ruang kepada siswa untuk mengamati, menanya, mengolah informasi, dan menyimpulkan konsep secara mandiri. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih eksploratif dan terarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning berbasis bimbingan guru serta menganalisis perkembangan literasi sains siswa selama proses pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain one-group time-series. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas V SDN 65 Kota Ternate yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan memiliki data evaluasi lengkap. Instrumen penelitian meliputi tes formatif literasi sains, lembar observasi aktivitas belajar, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Data dianalisis melalui statistik deskriptif berupa rata-rata, simpangan baku, kecenderungan perubahan skor, dan persentase ketuntasan berdasarkan KKM 65. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan perkembangan positif. Rata-rata skor siswa meningkat dari UH1 sebesar 79,57 dengan simpangan baku 5,00 menjadi 80,05 dengan simpangan baku 4,72 pada UH2, dan meningkat lagi menjadi 81,90 dengan simpangan baku 3,47 pada UH3. Nilai akhir rata-rata dari tiga tahap pengukuran adalah 80,51 dengan simpangan baku 2,30. Seluruh siswa mencapai ketuntasan minimum pada nilai akhir. Penurunan simpangan baku menunjukkan bahwa variasi capaian antarsiswa semakin kecil setelah pembelajaran berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa Discovery Learning yang dilaksanakan secara terbimbing dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA untuk memperkuat literasi sains siswa sekolah dasar. Namun, karena penelitian ini menggunakan satu kelompok tanpa kelompok kontrol, hasil penelitian perlu dibaca sebagai bukti perkembangan kelas, bukan sebagai bukti kausal yang kuat. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol, pretest-posttest, N-Gain, dan ukuran efek agar efektivitas model dapat diuji secara lebih kuat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kuantum

Publisher

Subject

Education Energy

Description

Jurnal KUANTUM adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1966) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Fisika dan Sains Fisika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, KUANTUM menempuh misi ...