Ode Zulaeha
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Menggunakan E-modul Tematik Berbasis Multimedia Terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah Dasar Julyanti Tuahuns; Nuryanti Umanailo; Ode Zulaeha
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1253

Abstract

Pemahaman konsep IPA fisika pada siswa sekolah dasar masih sering terkendala oleh sifat materi yang abstrak, terutama pada konsep cahaya, pembentukan bayangan, dan hubungan sebab-akibat antarfenomena. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan e-modul tematik berbasis multimedia terhadap pemahaman konsep IPA fisika siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa kelas V dari dua sekolah dasar negeri yang dipilih melalui cluster sampling, terdiri atas 29 siswa pada kelompok eksperimen dan 29 siswa pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen belajar menggunakan e-modul tematik berbasis multimedia, sedangkan kelompok kontrol belajar melalui pembelajaran konvensional berbantuan buku teks dan penjelasan guru. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda beralasan, lembar observasi keterlibatan belajar, dan angket respons siswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan normalized gain dan independent sample t-test, sedangkan data observasi dan angket dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol relatif setara, yaitu 48,3 dan 47,9. Setelah perlakuan, rata-rata posttest kelompok eksperimen meningkat menjadi 78,5, sedangkan kelompok kontrol mencapai 61,2. Nilai normalized gain kelompok eksperimen sebesar 0,59 berada pada kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,26 berada pada kategori rendah. Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (t = 6,14; df = 56; p < 0,001). Rata-rata keterlibatan belajar kelompok eksperimen juga lebih tinggi (4,2 dari skala 5) dibandingkan kelompok kontrol (3,1 dari skala 5). Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul tematik berbasis multimedia berpotensi memperkuat pemahaman konsep IPA fisika melalui integrasi teks, visual, animasi, audio, dan aktivitas interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa sekolah dasar.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Menguatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Ode Zulaeha; Siti Nur Saleh; Yuli Asbir
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1254

Abstract

Literasi sains merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar karena berkaitan dengan cara siswa memahami fenomena, menggunakan bukti, dan mengambil keputusan sederhana berdasarkan pengetahuan ilmiah. Hasil prariset pembelajaran IPA di kelas V SDN 65 Kota Ternate menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memberi ruang kepada siswa untuk mengamati, menanya, mengolah informasi, dan menyimpulkan konsep secara mandiri. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih eksploratif dan terarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning berbasis bimbingan guru serta menganalisis perkembangan literasi sains siswa selama proses pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain one-group time-series. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas V SDN 65 Kota Ternate yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan memiliki data evaluasi lengkap. Instrumen penelitian meliputi tes formatif literasi sains, lembar observasi aktivitas belajar, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Data dianalisis melalui statistik deskriptif berupa rata-rata, simpangan baku, kecenderungan perubahan skor, dan persentase ketuntasan berdasarkan KKM 65. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan perkembangan positif. Rata-rata skor siswa meningkat dari UH1 sebesar 79,57 dengan simpangan baku 5,00 menjadi 80,05 dengan simpangan baku 4,72 pada UH2, dan meningkat lagi menjadi 81,90 dengan simpangan baku 3,47 pada UH3. Nilai akhir rata-rata dari tiga tahap pengukuran adalah 80,51 dengan simpangan baku 2,30. Seluruh siswa mencapai ketuntasan minimum pada nilai akhir. Penurunan simpangan baku menunjukkan bahwa variasi capaian antarsiswa semakin kecil setelah pembelajaran berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa Discovery Learning yang dilaksanakan secara terbimbing dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA untuk memperkuat literasi sains siswa sekolah dasar. Namun, karena penelitian ini menggunakan satu kelompok tanpa kelompok kontrol, hasil penelitian perlu dibaca sebagai bukti perkembangan kelas, bukan sebagai bukti kausal yang kuat. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol, pretest-posttest, N-Gain, dan ukuran efek agar efektivitas model dapat diuji secara lebih kuat.
Efektivitas Media Digital Interaktif Terhadap Hasih Belajar Matematika Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Ode Zulaeha; Sarina Hasan; Susi Muhlis
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1252

Abstract

Peningkatan mutu pembelajaran matematika di sekolah dasar menjadi urgensi penting dalam mewujudkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu strategi inovatif yang mulai banyak diterapkan adalah pemanfaatan media digital interaktif, terutama karena karakteristik siswa sekolah dasar yang cenderung responsif terhadap stimulus visual, audio, dan aktivitas permainan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 26 siswa kelas IV yang dibagi menjadi kelas eksperimen (menggunakan media digital interaktif) dan kelas kontrol (menggunakan pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika, lembar observasi keterlibatan belajar, dan kuesioner respon siswa. Data dikumpulkan melalui pretest–posttest dan dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada hasil belajar matematika dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, media digital interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman konsep abstrak, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa penerapan media digital interaktif dapat menjadi alternatif efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dalam mata pelajaran matematika. Pendidik disarankan mengintegrasikan teknologi digital secara konsisten dalam proses pembelajaran dengan memilih aplikasi yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kebutuhan materi.