Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi media pembelajaran sederhana pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan studi literatur. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya pemanfaatan media pembelajaran sederhana di PAUD pedesaan akibat keterbatasan ekonomi, infrastruktur, dan kompetensi guru, sehingga berpotensi menghambat perkembangan holistik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan kerangka PRISMA 2020. Data diperoleh dari lebih dari 30 sumber pustaka primer dan sekunder, meliputi jurnal ilmiah terbitan 2021–2025, buku teori klasik, dan dokumen resmi yang relevan melalui database Google Scholar, Garuda, Sinta, dan repository universitas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media berbasis bahan alam dan daur ulang (daun kering, kayu ranting, botol plastik, kardus bekas, serta visual motif lokal) merupakan pilihan paling efektif dan berkelanjutan. Media tersebut memberikan manfaat signifikan terhadap perkembangan kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, dan kreativitas anak dengan tingkat efektivitas 80–94%. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa kurangnya pelatihan guru dan integrasi kearifan lokal, serta merumuskan Model Optimalisasi Media Sederhana Berbasis Kearifan Lokal (OMSBKL) sebagai strategi kontekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi praktis bagi guru, orang tua, dan pemangku kebijakan di Desa Jemparing untuk meningkatkan kualitas PAUD di wilayah terpencil. Temuan ini memperkaya perspektif pendidikan berbasis lokal di Indonesia.
Copyrights © 2026