Penguatan nilai karakter religius menjadi kebutuhan penting di lingkungan madrasah untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi berbagai tantangan moral di era digital. MTs Al Hurro Tenggarong mengimplementasikan program pembiasaan keagamaan yang meliputi Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas ketiga program tersebut dalam menguatkan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas VII hingga IX yang berjumlah 77 orang serta satu pembina program sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Shalat Dhuha efektif menanamkan kedisiplinan dan ketenangan spiritual, Tahfidz Jum’at Pagi meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an melalui target hafalan yang terukur, sedangkan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM efektif melatih keberanian, tanggung jawab, dan keterampilan berbicara di depan umum. Ketiga program tersebut menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi serta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. Hasil penelitian merekomendasikan penguatan dan keberlanjutan program pembiasaan keagamaan secara terintegrasi sebagai strategi dalam membentuk karakter religius peserta didik di lingkungan madrasah.
Copyrights © 2026