Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE SMALL GROUP DISCUSSION PADA HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMKN 2 TENGGARONG Akhmad Riadi; Misran Misran
AZKIYA Vol 5 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Small Group Discussion method or group discussion method in research is an alternative method used by teachers in class, aimed at solving a problem based on the opinions of students. While learning Islamic religious education is a teaching and learning process in Islamic religious education which includes religious elements such as aqidah, morals, jurisprudence, the Koran, hadith and the history of Islamic culture to shape the personality of students so that they become individuals who have good morals in accordance with Islamic religious goals, the more the better the discussion method used in Islamic religious education subjects, the better the results achieved by students, conversely if the discussion method is carried out in Islamic religious learning, the results achieved will not be optimal or inadequate. greatly determines the quality of learning, because accuracy in selecting learning strategies can support the success of learning activities so that it will increase student achievement. So far, PAI learning used at SMKN 2 Tenggarong is conventional learning, teachers also don't really understand learning strategies, for example small group discussions in this lesson so that many students pay less attention to the lessons being delivered. The method used in this research is the experimental method. The findings of this study are that the use of active learning strategies Small Group Discussion is effective in increasing learning achievement in Islamic religious education.
Implementasi Etika Profesi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran Online: Tinjauan Literatur terhadap Penerapan Kode Etik di Era Digital Misran Misran; Humaida Humaida; Asaranum Sila Safitri; Latifah Nur Aprilyani
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i2.7422

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly transformed educational practices, including Islamic Religious Education (PAI), which is increasingly conducted through online learning platforms. This transformation requires teachers not only to possess pedagogical competence but also to uphold professional ethics in digital learning environments. This study aims to analyze the implementation of professional ethics among PAI teachers in online learning through a literature review of teacher codes of ethics in the digital era. This research employs a qualitative approach using a library research method by examining relevant books, scholarly articles, and academic documents. The collected data were analyzed descriptively to identify key ethical principles applicable to online learning practices. The results indicate that the implementation of professional ethics in online PAI learning includes moral responsibility, professionalism, integrity, and the ethical use of digital media in a respectful and communicative manner. Furthermore, adherence to the teacher code of ethics plays a crucial role in maintaining the quality of learning and fostering Islamic values within digital environments. Therefore, strengthening ethical awareness and digital literacy is essential to support effective, responsible, and value-oriented learning in the digital era.
Etika Profesi Guru dalam Era Globalisasi Analisis Tantangan dan Peluang dalam Praktik Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Baiturrahman Sebulu Misran Misran; Muhammad Ikhsan; Sahrur Rhamadon; M. Hastiavin Habibi
Instructional Development Journal Vol. 9 No. 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan besar dalam dunia pendidikan akibat globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memunculkan berbagai tantangan terhadap penerapan etika profesi guru. Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga integritas moral yang kuat dalam membimbing peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika profesi guru, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengkaji peluang penguatan etika profesi dalam praktik pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Baiturrahman Sebulu. Ruang lingkup penelitian mencakup konsep etika profesi, implementasinya dalam pembelajaran, tantangan di era globalisasi, serta dampaknya terhadap mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika profesi guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk karakter siswa. Meskipun menghadapi tantangan teknologi, perubahan nilai sosial, dan beban administratif, etika profesi tetap dapat diperkuat melalui dukungan lembaga, budaya religius sekolah, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
Qalb dan ‘Aql dalam Pembelajaran Digital: Sintesis Pemikiran Filosof Muslim untuk Pembelajaran Efektif Ittikhatul Mudawamah; Niya Armita Sari; Saskya Delsalsa; Noval Putra Mulya; Nabil Wahyu Hidayat; Misran Misran
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.756

Abstract

Penelitian tentang integrasi qalb dan ‘aql dalam pendidikan Islam telah banyak dibahas secara konseptual, namun masih terdapat kesenjangan (gap) dalam upaya merumuskan sintesis pemikiran para filosof Muslim menjadi model pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan digital kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi qalb dan ‘aql dalam pemikiran Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al-Ghazali, dan Muhammad Iqbal serta merumuskan prinsip-prinsip pembelajaran efektif berdasarkan sintesis pemikiran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari karya-karya primer para filosof Muslim dan sumber sekunder berupa buku serta artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan komparatif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang efektif menuntut integrasi rasionalitas ilmiah (akal) dan kesadaran spiritual (hati) yang melahirkan tiga prinsip utama pembelajaran, yaitu rasionalitas etis, spiritualitas praktis, dan kemanusiaan kreatif. Sintesis tersebut menghasilkan model konseptual Integrated Heart–Mind Learning Paradigm (IHMLP) yang menekankan keseimbangan antara berpikir kritis, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji penerapan paradigma IHMLP secara empiris melalui penelitian tindakan kelas atau eksperimen guna menilai efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar dan pembentukan karakter peserta didik.
Pengembangan Model Pendidikan Jarak Jauh untuk Meningkatkan Etika Profesi Guru di Era society 5.0 Lumngatul Khabibah; Ittikhatul Mudawamah; Intan Kurniawati; Misran Misran
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah pengembangan model pendidikan jarak jauh sebagai strategi untuk meningkatkan etika profesi guru dalam menghadapi dinamika pendidikan di era Society 5.0. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan, mencakup buku, artikel jurnal, prosiding, serta laporan penelitian yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran memberikan peluang besar bagi peningkatan akses dan fleksibilitas pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan baru terkait profesionalisme dan penerapan etika guru di ruang digital. Tantangan tersebut meliputi pemahaman etika komunikasi daring, perlindungan data pribadi peserta didik, serta penggunaan media digital secara profesional. Sintesis literatur mengindikasikan bahwa model pendidikan jarak jauh yang efektif perlu memadukan kesiapan teknologi, kompetensi literasi digital guru, serta penguatan nilai etika profesi dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya perancangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan inovasi teknologi dan etika profesi guna mendukung kualitas dan integritas guru dalam ekosistem pendidikan pada era Society 5.0.
Relevansi Etika dan Tanggung Jawab Guru dalam Proses Pembelajaran di Sekolah: Studi Literatur Misran Misran; Nur Emilia; Windi Windi; Ana Setiyani Mutia
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi etika dan tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran di sekolah melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan dokumen relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika dan tanggung jawab guru merupakan dua aspek yang saling terintegrasi dan berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, kondusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Guru yang memiliki integritas moral, seperti kejujuran, keadilan, dan empati, serta menjalankan tanggung jawab profesional secara optimal, mampu meningkatkan motivasi belajar, kualitas interaksi pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Di era modern, perkembangan teknologi memperluas tuntutan etis dan profesional guru. Oleh karena itu, penguatan etika dan tanggung jawab guru menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif, humanis, berintegritas, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan dan berdaya saing global yang inklusif serta keadilan.
Kerangka Etika Profesi Guru sebagai Kreator Media Pembelajaran Berbasis AI Generatif: Tinjauan Literatur Sistematis M. Habil Al-Faqih; Rusdiyanur Rusdiyanur; Sheva Hero Christian; Misran Tahrani
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan integritas digital dan merumuskan kerangka etika profesi guru guna menghadapi risiko "kemandulan pedagogis" serta fenomena "kolonisasi AI". Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dan analisis tematik terhadap literatur akademik bereputasi serta dokumen kebijakan global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Large Language Models (LLM) telah mentransformasi beban kerja guru secara radikal, dari fungsi transmisi pengetahuan menjadi fungsi validasi dan audit pedagogis yang intensif. Kondisi ini melahirkan fenomena validative overload, di mana pendidik menghadapi tuntutan kognitif tinggi untuk memverifikasi kebenaran faktual dan bias algoritmik mesin. Sebagai solusi mitigasi, penelitian ini mengusulkan implementasi Teacher Sandwich Model yang disinergikan dengan prinsip Tabayyun Digital. Strategi ini memposisikan AI murni sebagai wasilah (instrumen), sementara kedaulatan pedagogis tetap berada sepenuhnya pada kendali guru melalui tahapan perencanaan awal dan evaluasi kritis. Signifikansi penelitian ini terletak pada penguatan kembali esensi Ta'dib atau pembentukan karakter dan moral yang tidak dapat diotomatisasi oleh algoritma. Hasil kajian memberikan implikasi strategis bagi pembuat kebijakan untuk mereformasi standar beban kerja guru yang mengakomodasi aktivitas validasi digital guna menjaga keberlangsungan "Ruh Pedagogis" di era disrupsi teknologi.
Penguatan Nilai Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh Indah Suryaningsih; Hanafi Hanafi; M. Fayyad Hibrizi Ibnu; Misran Misran
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.802

Abstract

Penguatan nilai karakter religius menjadi kebutuhan penting di lingkungan madrasah untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi berbagai tantangan moral di era digital. MTs Al Hurro Tenggarong mengimplementasikan program pembiasaan keagamaan yang meliputi Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas ketiga program tersebut dalam menguatkan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas VII hingga IX yang berjumlah 77 orang serta satu pembina program sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Shalat Dhuha efektif menanamkan kedisiplinan dan ketenangan spiritual, Tahfidz Jum’at Pagi meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an melalui target hafalan yang terukur, sedangkan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM efektif melatih keberanian, tanggung jawab, dan keterampilan berbicara di depan umum. Ketiga program tersebut menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi serta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. Hasil penelitian merekomendasikan penguatan dan keberlanjutan program pembiasaan keagamaan secara terintegrasi sebagai strategi dalam membentuk karakter religius peserta didik di lingkungan madrasah.