Prinsip Manajemen Aset Infrastruktur adalah dapat menilai kecukupan dan kualitasjaringan jalan. Dengan kawasan perkotaan Kabupaten Gresik berupa perindustrian,dibutuhkan pemodelan sebagai acuan karakteristik pergerakan dari suatu daerah yangmembutuhkan beberapa sampel rumah tangga. Umumnya nilai R2 dipengaruhi olehbanyaknya sampel, tetapi banyaknya sampel juga dapat menghasilkan nilai R2 yangkecil juga. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik perbedaansampel. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Dataprimer berupa survei wawancara rumah tangga untuk mendapatkan persamaan danprediksi bangkitan perjalanan sebanyak 800 sampel. Sedangkan data sekunder berupapopulasi zona dan kepemilikan sepeda motor dari Gresik Dalam Angka 2016. Hasilnyaadalah rumus bangkitan perjalanan dengan a sebesar 0,9057, b sebesar -3,4412, dan R2sebesar 0,971289. Hasil prediksi bangkitan perjalanan terbesar di Randuagung dansekitarnya sebanyak 15.756 motor/jam dan terkecil di Ngipik sebanyak 845 motor/jam.Nilai R2 pada sampel 90% B terbesar sebesar 0,971314 daripada 100% sampel. Nilaikesalahan prediksi terbesar pada sampel 90% C yaitu 1,80% minimum 1,87%maksimum dan terkecil pada 90% D yaitu 0,48% minimum dan 0,55% maksimum. 90%B dan 90% E yang memiliki nilai R2 sebesar 0,97131 dan 0,97076 memiliki kesalahanyang lebih besar daripada 90% A dengan R2 0,96769 dengan nilai kesalahan.
Copyrights © 2018