Resistensi antimikroba di Indonesia masih tergolong tinggi akibat kurangnya edukasi masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Kelompok lanjut usia dengan tingkat pendidikan dasar merupakan salah satu demografi yang paling rentan terhadap risiko keterbatasan pemahaman ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik pada masyarakat lansia di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II dan Posyandu Lansia Kelurahan Pasir Kidul. Penelitian ini menggunakan desain studi intervensi edukatif melalui pendekatan one-group pre-test and post-test design terhadap 30 peserta. Intervensi dilakukan selama 30–45 menit menggunakan kombinasi media PowerPoint dan pembagian leaflet, lalu data dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan awal peserta tergolong rendah dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 4,7 ± 1,83. Setelah diberikan intervensi terstruktur, terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata post-test menjadi 9,17 ± 0,69, di mana seluruh peserta (100%) berhasil mencapai kategori baik. Uji statistik Wilcoxon memperkuat hasil tersebut dengan nilai signifikansi p=0,000(p0,05), yang membuktikan adanya perbedaan pemahaman yang sangat signifikan setelah intervensi diberikan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan promosi kesehatan menggunakan metode visual melalui PowerPoint dan leaflet terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman penggunaan antibiotik pada masyarakat lansia berpendidikan dasar, sekaligus menjadi langkah preventif strategis dalam menekan risiko resistensi.
Copyrights © 2026