Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan pendekatan STEM terhadap pemahaman konseptual IPA siswa kelas IV sekolah dasar pada materi pelestarian alam, berdasarkan indikator Taksonomi SOLO. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), uji hipotesis independent samples t-test, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (77,29) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (66,66). Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,50 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,26 (kategori rendah). Hasil uji independent samples t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL terintegrasi STEM berpengaruh signifikan dan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual IPA siswa pada materi pelestarian alam dibandingkan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026