Model RADEC terdiri dari lima tahap, yaitu Read, Answer, Discuss, Explain, dan Create. Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang kompleks dan sering menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar. Permasalahan yang dijumpai meliputi rendahnya motivasi belajar, keterbatasan penguasaan kosakata, serta penerapan metode pembelajaran yang masih konvensional dan berpusat pada guru. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model RADEC sebagai alternatif solusi meningkatkan keterampilan menulis siswa. Metode yang digunakan adalah SLR dengan alir PRISMA. Sebanyak 20 artikel dianalisis terdiri dari penelitian eksperimen, kualitatif, dan PTK. Hasil sintesis kuantitatif menunjukkan bahwa penerapan model RADEC memberikan peningkatan keterampilan menulis yang signifikan, dengan rata-rata peningkatan skor berkisar antara 18-20 poin dari pretest ke posttest. Beberapa studi bahkan melaporkan peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari kisaran 40% menjadi lebih dari 90% setelah penerapan model ini. Novelty (kebaruan) penelitian ini terletak pada penyajian sintesis kuantitatif lintas studi yang secara eksplisit mengukur besaran peningkatan keterampilan menulis siswa, bukan hanya deskripsi efektivitas model. Selain itu, penelitian ini mengintegrasikan berbagai jenis desain penelitian (PTK dan eksperimen) dalam satu kerangka analisis PRISMA, sehingga menghasilkan gambaran komprehensif mengenai konsistensi dampak model RADEC pada berbagai jenis teks tulisan di sekolah dasar.
Copyrights © 2026