Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan strategi membaca nyaring yang berlandaskan literasi awal pada keterampilan membaca dasar siswa kelas II di sekolah dasar. Walaupun terdapat sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas Read-Aloud secara kuantitatif, sebagian besar hanya menilai hasil akhir. Analisis terkait proses pelaksanaan dalam tiga tahap (pembacaan awal, saat membaca, dan pasca-membaca) dan hubungannya dengan dua domain literasi awal, yakni outside-in dan inside-out, masih kurang dijelajahi, terutama di sekolah dasar negeri di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di SDN Lemahputro 1 Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas II, serta dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa strategi membaca nyaring dalam tiga tahap tersebut efektif dalam meningkatkan literasi dasar siswa. Tahap pra-membaca mengaktifkan pengetahuan yang sudah ada, tahap saat membaca meningkatkan pemahaman melalui contoh intonasi, dan tahap pasca-membaca mendorong proses refleksi. Perbedaan pemahaman siswa dipengaruhi oleh fokus, kosakata yang dimiliki, pengalaman dalam bidang literasi, serta kendala waktu. Penelitian ini memberikan wawasan kontekstual mengenai proses Read-Aloud yang berlandaskan literasi awal dan menawarkan implikasi praktis untuk para guru di tingkat SD.
Copyrights © 2026