Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar yang masih cenderung berfokus pada aspek kognitif dan kurang mengintegrasikan nilai kearifan lokal secara kontekstual. Meskipun program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat telah digagas sebagai strategi pembentukan karakter, kajian yang secara spesifik mengkaji implementasinya berbasis kearifan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tersebut, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji kontribusinya terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan melalui pembiasaan rutin, keteladanan guru, dan integrasi nilai kearifan lokal, namun dipengaruhi oleh keterlibatan keluarga dan penggunaan teknologi.
Copyrights © 2026