Kesenjangan hasil belajar IPAS akibat pendekatan mengajar tunggal (one size fits all) masih menjadi kendala di sekolah dasar, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi heterogenitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran berdiferensiasi konten-proses terhadap hasil belajar IPAS siswa Fase B sekolah dasar pada materi Norma dan Adat Istiadat. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 64 siswa kelas IV, terbagi menjadi kelas eksperimen (n = 31) dan kelas kontrol (n = 33) di SDN Rosela Indah. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda serta lembar observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa. Analisis data menggunakan statistik non-parametrik melalui Uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol berdasarkan nilai N-Gain dan uji Mann-Whitney U dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05. Efektivitas N-Gain Score kelas eksperimen mencapai 71% (kategori efektif), sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 9% (kategori tidak efektif). Disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi konten dan proses berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif IPAS. Implikasinya, strategi ini dapat meminimalisir kesenjangan pemahaman siswa secara inklusif serta menjadi solusi praktis dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Copyrights © 2026