Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar memerlukan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam proses belajar. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru sehingga partisipasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa belum optimal. Penelitian best practice ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PJBL) yang terintegrasi Universal Design for Learning (UDL) melalui pendekatan Stasiun Eksplorasi dalam pembelajaran IPAS kelas III serta menganalisis hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 23 siswa kelas III sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, penilaian hasil belajar, dan refleksi pembelajaran. Implementasi Stasiun Eksplorasi dilaksanakan melalui sintaks PJBL yang dipadukan dengan prinsip UDL berupa multiple means of engagement, representation, dan action-expression. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan partisipasi siswa, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, dan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi PJBL dan UDL melalui Stasiun Eksplorasi mampu menciptakan pembelajaran IPAS yang aktif, inklusif, dan bermakna bagi siswa kelas III sekolah dasar.
Copyrights © 2026