Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam daya ingat sehingga cenderung mudah lupa terhadap tahapan-tahapan ibadah seperti wudhu dan salat apabila tidak dilakukan secara berulang-ulang dan tanpa bimbingan intensif dari guru. Kondisi tersebut menuntut adanya metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik mereka. Salah satu metode yang relevan adalah metode drill, yaitu metode latihan yang menekankan pada pengulangan secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan metode drill dalam meningkatkan keterampilan praktik ibadah siswa tunagrahita di Sekolah Luar Biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SLB Aisyiyah Al-Walidah Banyumas. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru PAI kelas VII C, dan siswa tunagrahita kelas VII C. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode drill dilaksanakan melalui lima langkah utama, yaitu penyampaian materi secara singkat, peragaan gerakan oleh guru, peniruan dan praktik langsung oleh siswa, pengulangan latihan yang berkesinambungan, serta bimbingan individual dan koreksi langsung. Faktor pendukung meliputi ketelatenan guru, motivasi siswa, ketersediaan sarana prasarana, suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan dukungan keluarga. Adapun faktor penghambatnya meliputi ketidakstabilan mood siswa, potensi kejenuhan akibat pengulangan monoton, serta kurangnya konsistensi latihan di rumah.
Copyrights © 2026