Latar Belakang: Banyak usaha kecil dan menengah masih mengelola keuangan secara manual, sehingga rentan terhadap duplikasi data, kesalahan pencatatan, serta lemahnya pengendalian internal. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan sistem informasi akuntansi yang sedang berjalan serta merancang sistem informasi akuntansi terintegrasi yang mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas informasi keuangan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Analisis sistem dilakukan dengan pendekatan PIECES, sedangkan perancangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Hasil: Analisis menunjukkan sistem berjalan memiliki kelemahan signifikan, yaitu duplikasi data, tidak adanya monitoring persediaan dan piutang, serta tingginya risiko kesalahan pencatatan transaksi keuangan. Sebagai solusi, dirancang sistem informasi akuntansi berbasis database terpusat yang dilengkapi fitur otomatisasi pencatatan, pengendalian akses pengguna, audit trail, serta monitoring persediaan dan piutang secara real-time. Kesimpulan: Sistem informasi akuntansi yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, akurasi data, dan kualitas informasi, sekaligus memperkuat pengendalian internal perusahaan. Sistem ini juga mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat guna menunjang perkembangan usaha secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji implementasi sistem secara langsung guna mengukur efektivitasnya secara empiris.
Copyrights © 2026