Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE ROLE OF EXTENSIFICATION IN PLASTIC EXCISE SEGMENTATION TO REDUCE CONSUMPTION AND INCREASE STATE REVENUE: A SUSTAINABLE WASTE MANAGEMENT PERSPECTIVE Fatih Naufal; Antonius Bimo Rentor Luntungan; Melania Lintang Kenisah
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 9th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia faces significant challenges in managing plastic waste. Projections from the National Waste Management Information System (SIPSN) estimate that national waste generation will reach 50.06 million tons in 2025, with around 40 percent remaining unmanaged and entering the ocean. Each year, approximately 16.02 million tons of waste flow into Indonesian waters, threatening marine ecosystems. Despite waste management budget realization reaching IDR 61.86 billion in 2024 and absorption levels consistently exceeding 99 percent, environmental outcomes remain suboptimal. This condition highlights the need for stronger fiscal instruments that ensure administrative efficiency and directly reduce plastic consumption and improve environmental performance. Previous studies on plastic excise in Indonesia have generally applied uniform tax rates without considering segmentation based on product categories or environmental impact. In addition, research addressing excise as a dual fiscal–environmental instrument remains limited. This study aims to examine the role of extensification in segmented plastic excise as a more proportional alternative to conventional approaches. This research employs a qualitative policy analysis approach, supported by a comparative review of international practices in plastic taxation. The findings indicate that uniform excise rates are less effective in addressing varying environmental impacts across plastic products. A segmented excise system, based on product characteristics and environmental impact, is more effective in influencing consumption behavior while expanding fiscal capacity. This study contributes by proposing an extensification-based segmentation model that integrates environmental objectives with fiscal policy, providing practical insights for policymakers in designing more adaptive and sustainable plastic excise policies in Indonesia.
Pendampingan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi CV. Fahmi Jaya Trimandiri untuk Meningkatkan Efektivitas Proses Bisnis Tia Nuraeni; Salma Auliyyah Yuliana; Sharah Aqmarina Rahman; Sindi Rosga Lestari; Elvira Nurjanah; Melania Lintang Kenisah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): November 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v7i1.910

Abstract

Latar Belakang: Banyak usaha kecil dan menengah masih mengelola keuangan secara manual, sehingga rentan terhadap duplikasi data, kesalahan pencatatan, serta lemahnya pengendalian internal. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan sistem informasi akuntansi yang sedang berjalan serta merancang sistem informasi akuntansi terintegrasi yang mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas informasi keuangan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Analisis sistem dilakukan dengan pendekatan PIECES, sedangkan perancangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Hasil: Analisis menunjukkan sistem berjalan memiliki kelemahan signifikan, yaitu duplikasi data, tidak adanya monitoring persediaan dan piutang, serta tingginya risiko kesalahan pencatatan transaksi keuangan. Sebagai solusi, dirancang sistem informasi akuntansi berbasis database terpusat yang dilengkapi fitur otomatisasi pencatatan, pengendalian akses pengguna, audit trail, serta monitoring persediaan dan piutang secara real-time. Kesimpulan: Sistem informasi akuntansi yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, akurasi data, dan kualitas informasi, sekaligus memperkuat pengendalian internal perusahaan. Sistem ini juga mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat guna menunjang perkembangan usaha secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji implementasi sistem secara langsung guna mengukur efektivitasnya secara empiris.
Pendampingan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Meningkatkan Efektivitas Proses Bisnis UMKM Toko Beras Putra Jaya Prima Sriyulianti; Ardianita Nur Fadilah; Karlina Lestari; Isma Nuraeni; Rheina Anggraeni; Melania Lintang Kenisah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): November 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v7i1.927

Abstract

Latar Belakang: UMKM sering menghadapi kendala dalam pengelolaan transaksi dan pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual, dalam mengelola transaksi penjualan, pembelian, dan persediaan barang. sehingga menimbulkan ketidakefisienan operasional, dan risiko kesalahan pencatatan data. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Akuntansi yang terkomputerisasi dan terintegrasi pada UMKM Toko Beras Putra Jaya guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis. Metode: Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data, seperti analisis PIECES, serta perancangan sistem menggunakan Flowchart, Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Use Case Diagram, dan Diagram Activity. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem manual memiliki kelemahan pada aspek kinerja, akurasi data stok, dan pengendalian internal, sehingga sering terjadi keterlambatan pencatatan dan selisih stok barang. Sistem usulan dirancang untuk mengintegrasikan proses penjualan, pembelian, dan pengelolaan persediaan secara real-time serta menghasilkan laporan keuangan otomatis dan terstruktur. Kesimpulan: Rancangan Sistem Akutansi Informasi yang dikembangkan mampu meminimalisir kesalahan pencatatan, mempercepat pelayanan pelanggan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan efisien berbasis data.