Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut berperan penting dalam fungsi makan, berbicara, pertumbuhan, dan kualitas hidup anak. Anak usia taman kanak-kanak rentan mengalami karies karena kebiasaan menyikat gigi yang belum benar dan tingginya konsumsi makanan kariogenik. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tinggi, mencerminkan rendahnya upaya pencegahan dan pemeriksaan rutin. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta pemberian Topikal Aplikasi Fluor (TAF) sebagai upaya pencegahan karies pada anak di komunitas KB dan TK Tasya Yayasan Al-Asyari Kota Kediri. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, demonstrasi dan praktik menyikat gigi bersama, pemeriksaan plak dengan disclosing agent, penilaian kebersihan gigi menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S), serta pemberian TAF pada permukaan gigi anak. Hasil: Sebanyak 55 anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Setelah penyuluhan, anak menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi gigi, waktu menyikat gigi yang benar, dan makanan kariogenik yang perlu dihindari, serta mampu menirukan teknik menyikat gigi dengan cukup baik, meskipun sebelum intervensi masih ditemukan plak terutama pada gigi posterior dan sela-sela gigi. Kesimpulan: Pendekatan multi-metode yang menggabungkan penyuluhan interaktif, praktik menyikat gigi, pemeriksaan kebersihan gigi, dan TAF berpotensi efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi anak, sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi promotif–preventif untuk pencegahan karies di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026