Tujuan penelitian ini, agar dapat menumbuhkan kesadaran diri siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga broken home, untuk tetap berprestasi dan memiliki semangat belajar yang tinggi dan guru serta pihak sekolah dapat memahami karakteristik maupun kebutuhan emosional siswa yang berasal dari keluarga broken home. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk dalam kategori penelitian lapangan (field research). Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan dan memahami fenomena secara mendalam berdasarkan subyek penelitian siswa kelas 2 MI. Mengenai pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi: pertama, bentuk dan karakteristik siswa yang mengalami broken home cukup beragam meliputi perceraian orang tua, perpisahan tempat tinggal, konflik keluarga dan keterbatasan kehadiran orang tua dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak pada kurangnya percaya diri, memiliki emosi yang kurang stabil, dan menunjukkan kesulitan dalam berkonsentrasi saat mengikuti pembelajaran. Kedua, tingkatan minat belajar siswa cukup beragam ada yang rendah: cenderung kurang aktif dalam pembelajaran, sedang: kondisi emosional yang tidak konsisten, dan tinggi: motivasi mempertahankan semangat belajar meskipun berada dalam kondisi keluarga yang kurang harmonis. Tiga, dampak yang ditimbulkan melalui emosional, motivasi, perilaku belajar, dan sosial. Berdasarkan analisis datam dapat disimpulkan, bahwa dampak dari broken home semua itu tidak bersifat mutlak, tapi tergantung siswa/individu yang merespons situasi yang dialaminya. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak baik dari guru, kepala sekolah dan orang tua untuk membantu siswa dalam mengatasi dampak tersebut.
Copyrights © 2026