Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Keluarga Broken Home terhadap Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Darut Tauhid Surabaya: Studi Deskriptif Kualitatif Lailiah Novianti; Reni Setyowati
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.98-107

Abstract

Tujuan penelitian ini, agar dapat menumbuhkan kesadaran diri siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga broken home, untuk tetap berprestasi dan memiliki semangat belajar yang tinggi dan guru serta pihak sekolah dapat memahami karakteristik maupun kebutuhan emosional siswa yang berasal dari keluarga broken home. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk dalam kategori penelitian lapangan (field research). Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan dan memahami fenomena secara mendalam berdasarkan subyek penelitian siswa kelas 2 MI. Mengenai pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi: pertama, bentuk dan karakteristik siswa yang mengalami broken home cukup beragam meliputi perceraian orang tua, perpisahan tempat tinggal, konflik keluarga dan keterbatasan kehadiran orang tua dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak pada kurangnya percaya diri, memiliki emosi yang kurang stabil, dan menunjukkan kesulitan dalam berkonsentrasi saat mengikuti pembelajaran. Kedua, tingkatan minat belajar siswa cukup beragam ada yang rendah: cenderung kurang aktif dalam pembelajaran, sedang: kondisi emosional yang tidak konsisten, dan tinggi: motivasi mempertahankan semangat belajar meskipun berada dalam kondisi keluarga yang kurang harmonis. Tiga, dampak yang ditimbulkan melalui emosional, motivasi, perilaku belajar, dan sosial. Berdasarkan analisis datam dapat disimpulkan, bahwa dampak dari broken home semua itu tidak bersifat mutlak, tapi tergantung siswa/individu yang merespons situasi yang dialaminya. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak baik dari guru, kepala sekolah dan orang tua untuk membantu siswa dalam mengatasi dampak tersebut.
Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Tari Rudat pada Siswa MI Sinduwati Karangasem Bali Ira Kirana Maheswari; Reni Setyowati
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.119-135

Abstract

Pelestarian kearifan lokal merupakan langkah strategis dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan globalisasi. Tari Rudat sebagai salah satu kesenian tradisional Bali memiliki nilai edukatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelestarian kearifan lokal melalui Tari Rudat pada siswa MI Sinduwati Karangasem Bali serta mengidentifikasi nilai budaya dan karakter yang berkembang dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, serta tokoh budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Tari Rudat di lingkungan sekolah mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, menumbuhkan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab, serta memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya daerah. Selain berfungsi sebagai kegiatan seni, Tari Rudat juga menjadi media pewarisan nilai budaya kepada generasi muda secara berkesinambungan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kesenian tradisional dalam pendidikan dasar dapat menjadi sarana efektif untuk mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa.
Pengembangan Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Peduli Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar Reni Setyowati
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.v3i1.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan peduli sosial melalui pengembangan pendidikan karakter dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pengembangan perangkat ajar mengikuti rancangan ADDIE (Analysis; Desain; Develop; Implement; Evaluate) yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda (1990-an) dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembelajaran di kelas menggunakan rancangan prettest-posttest control group design. Hasil penelitian perangkat ajar siswa sebesar 95% sehingga dapat dikatakan berkualitas. Kemudian rata-rata nilai keterlaksanaan pembelajaran dari semua aspek antara 3,8-4 dengan persentase 97%, sangat praktis. Dalam penelitian ini, peningkatan keterampilan berpikir kritis terlihat pada saat siswa menyampaikan pendapatnya atau diskusi kelas dalam mengikuti pembelajaran secara lisan maupun secara tertulis dan terciptanya peningkatan sikap peduli sosial setelah mengikuti pembelajaran yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara. Pendidikan karakter sangat berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian sosial siswa. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan pendidikan karakter dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 dapat meningkatkan berpikir kritis dan peduli sosial siswa di kelas V Sekolah Dasar.
Etnopedagodi Semanggi Surabaya sebagai Sumber Belajar untuk Penguatan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Reni Setyowati
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.152-168

Abstract

Penelitian ini untuk mengeksplorasi pemanfaatan Semanggi Surabaya sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengana Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi Pustaka. Instrumen penelitian mencakup panduan observasi, panduan wawancara, rubrik penilaian, catatan lapangan, dan lembar refleksi. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan dengan pendekatan etnografi dan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal Semanggi Surabaya mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat pemahaman terhadap konsep IPAS, serta menumbuhkan kesadaran budaya dan nilai karakter. Siswa menunjukkan antusiasme dalam praktik pembuatan Semanggi. Pembelajaran ini mendorong guru lebih kreatif dalam mengaitkan materi pelajaran dengan konteks lokal yang berguna untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan melestarikan warisan budaya daerah.