Penelitian ini mengevaluasi dan mengoptimalkan parameter operasi pemboran yang memengaruhi laju penetrasi (ROP) dengan metode Mechanical Specific Energy (MSE) pada Sumur YN-01 Lapangan XN. ROP merupakan indikator penting yang menentukan efisiensi waktu dan biaya pemboran, namun data lapangan menunjukkan penurunan signifikan terutama pada interval shale–sandstone kedalaman 4.973,75 hingga 6.961,94 ft. Penelitian ini menggunakan data operasi pemboran (WOB, RPM, torsi, laju alir), interpretasi litologi, serta perhitungan MSE untuk menilai efisiensi mekanik proses pemboran dan mengidentifikasi penyebab slow ROP. Hasil menunjukkan nilai MSE tinggi (hingga 2.197.126 psi) yang menandakan inefisiensi energi akibat keausan bit, pemilihan parameter yang kurang tepat, serta kecenderungan shale menyebabkan bit balling. Optimasi berdasarkan MSE menunjukkan peningkatan ROP yang signifikan: dari 30,54 menjadi 53,84 ft/hr; 59,77 menjadi 76,92 ft/hr; 20,99 menjadi 49,52 ft/hr; 20,01 menjadi 62,34 ft/hr; 9,32 menjadi 85,51 ft/hr; dan 11,25 menjadi 81,39 ft/hr. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi WOB, RPM, dan kondisi hidraulika yang tepat dapat mengurangi inefisiensi mekanik serta meningkatkan kinerja pemboran. Penelitian ini memberikan panduan aplikatif untuk optimasi parameter pemboran pada kondisi geologi serupa.
Copyrights © 2026