Efisiensi konsumsi bahan bakar pada kapal latih merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan operasional dan kesiapan armada pendidikan pelayaran nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar Kapal Latih (KL.) Mohammad Husni Thamrin milik Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada rute Pulau Baai – Pulau Enggano – Linau, membandingkan performa efisiensi antar rute, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis data operasional sekunder berupa voyage log sebanyak 15 voyage pada periode November 2025, yang mencakup variabel jarak tempuh, durasi, konsumsi fuel oil, Remaining on Board (R.O.B), dan kecepatan kapal. Pengolahan data dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan pustaka pandas, numpy, matplotlib, dan openpyxl pada platform Anaconda Jupyter Lab. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata efisiensi bahan bakar sebesar 51,76 NM/Litre dengan koefisien variasi 22,85%, mengindikasikan variabilitas operasional yang tinggi. Rute Pulau Baai → Pulau Enggano teridentifikasi sebagai rute paling efisien (63,33 NM/L), sedangkan rute Linau → Pulau Enggano menjadi paling kurang efisien (44,08 NM/L). Voyage paling efisien dicapai pada voyage ke-5 (69,36 NM/L) dan paling boros pada voyage ke-1 (31,93 NM/L). Analisis regresi linier menunjukkan korelasi positif lemah antara kecepatan kapal dengan efisiensi bahan bakar (r = 0,2875; R² = 0,0827), sehingga faktor non-kecepatan seperti arus, cuaca, dan kondisi lambung diduga lebih dominan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan strategi optimasi operasional kapal latih, khususnya melalui penerapan weather routing, optimasi pre-voyage check, dan pengembangan sistem pencatatan data operasional yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026