Titis Ari Wibowo
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Organizational Change Management, Institutional Leadership, and Faculty Capacity Development Supporting Sustainable Technology Integration in Maritime Vocational Education Titis Ari Wibowo; Tri Cahyadi; April Gunawan Malau; Larsen Barasa
International Journal of Educational Practice and Policy Vol. 4 No. 1 (2026): March-April 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijepp.v4i1.205

Abstract

The accelerating pace of technological transformation in the global maritime industry demands corresponding institutional readiness within maritime vocational education systems. Yet, the organizational structures, leadership capacities, and faculty competencies required to sustain such transformation remain insufficiently understood. This study investigates how organizational change management, institutional leadership practices, and faculty capacity development collectively support sustainable technology integration in maritime vocational education in Indonesia. Employing a qualitative research design, data were collected through semi-structured interviews with 12 maritime education experts, 18 vocational lecturers, and 15 recent graduates from three maritime polytechnic institutions. Data analysis followed a three-stage procedure encompassing thematic analysis, cross-group comparison, and narrative synthesis. The findings reveal five interconnected themes: strategic leadership alignment, organizational culture readiness, structured faculty professional development, industry–institution collaborative governance, and sustainability-oriented curriculum embedding. Cross-group comparisons indicated that while experts emphasized systemic reform, lecturers prioritized pedagogical support, and graduates highlighted experiential coherence. The study contributes a contextually grounded framework demonstrating that sustainable technology integration requires simultaneous and coordinated advancement across leadership, organizational culture, and human capacity dimensions rather than isolated interventions.
Analisis Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Kapal Latih KL. Mohammad Husni Thamrin Rute Pulau Baai – Pulau Enggano – Linau: Analysis of Fuel Consumption Efficiency of Kapal Latih KL. Mohammad Husni Thamrin on the Baai Island – Enggano Island – Linau Route Aditya Rinaldi; Nathanael Suranta; Larsen Barasa; Titis Ari wibowo
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1345

Abstract

Efisiensi konsumsi bahan bakar pada kapal latih merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan operasional dan kesiapan armada pendidikan pelayaran nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar Kapal Latih (KL.) Mohammad Husni Thamrin milik Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada rute Pulau Baai – Pulau Enggano – Linau, membandingkan performa efisiensi antar rute, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis data operasional sekunder berupa voyage log sebanyak 15 voyage pada periode November 2025, yang mencakup variabel jarak tempuh, durasi, konsumsi fuel oil, Remaining on Board (R.O.B), dan kecepatan kapal. Pengolahan data dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan pustaka pandas, numpy, matplotlib, dan openpyxl pada platform Anaconda Jupyter Lab. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata efisiensi bahan bakar sebesar 51,76 NM/Litre dengan koefisien variasi 22,85%, mengindikasikan variabilitas operasional yang tinggi. Rute Pulau Baai → Pulau Enggano teridentifikasi sebagai rute paling efisien (63,33 NM/L), sedangkan rute Linau → Pulau Enggano menjadi paling kurang efisien (44,08 NM/L). Voyage paling efisien dicapai pada voyage ke-5 (69,36 NM/L) dan paling boros pada voyage ke-1 (31,93 NM/L). Analisis regresi linier menunjukkan korelasi positif lemah antara kecepatan kapal dengan efisiensi bahan bakar (r = 0,2875; R² = 0,0827), sehingga faktor non-kecepatan seperti arus, cuaca, dan kondisi lambung diduga lebih dominan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan strategi optimasi operasional kapal latih, khususnya melalui penerapan weather routing, optimasi pre-voyage check, dan pengembangan sistem pencatatan data operasional yang lebih komprehensif.