Pesatnya pertumbuhan akomodasi glamping di Kintamani, Bali, menimbulkan tantangan bagi wisatawan dalam memilih glamping terbaik yang sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode kombinasi AHP–TOPSIS dalam sistem pendukung keputusan penentuan glamping terbaik di Kintamani. Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) digunakan untuk menentukan bobot kriteria melalui perbandingan berpasangan, sedangkan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) digunakan untuk merangking alternatif berdasarkan kedekatan terhadap solusi ideal. Penelitian ini mengevaluasi 44 alternatif glamping menggunakan 10 kriteria: harga, pemandangan atau lokasi, fasilitas, kebersihan, pelayanan, keamanan, aksesibilitas, sustainability, upaya sustainability, dan edukasi lingkungan. Hasil AHP menunjukkan keamanan memiliki bobot tertinggi 24,38%, diikuti harga 18,34%, dengan Consistency Ratio 0,0313 (konsisten). Perhitungan TOPSIS menghasilkan alternatif A6 dan A35 sebagai peringkat 1 dengan nilai preferensi sempurna V = 1,000000. Analisis sensitivitas menunjukkan model cukup stabil, dengan harga sebagai kriteria paling sensitif (rata-rata perubahan ranking 3,41%). Penelitian ini memberikan rekomendasi pemilihan glamping yang objektif dan terstruktur bagi wisatawan di Kintamani.
Copyrights © 2026