Disleksia adalah salah satu jenis kesulitan belajar spesifik yang membuat anak kesulitan mengenali huruf, merangkai kata, dan memahami bacaan, meskipun tingkat kecerdasannya tergolong normal. Sayangnya, kondisi ini kerap disalahartikan oleh orang tua maupun masyarakat sebagai kemalasan atau ketidakmampuan anak, sehingga memicu tekanan psikologis dan menurunkan semangat belajarnya. Observasi dan wawancara yang dilakukan di beberapa Sekolah Luar Biasa di Padang Panjang menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dirancang khusus untuk anak disleksia masih sangat minim, sementara metode pengajaran yang dipakai kebanyakan masih konvensional. Perancangan ini dilakukan untuk menghadirkan media belajar interaktif berupa boardbook bertajuk “ABCD Pertamaku”, yang dirancang khusus untuk membantu anak disleksia terutama tipe disleksia fonologis meningkatkan kemampuan membaca melalui ilustrasi bergaya kartun, tipografi sans serif, dan palet warna yang nyaman dipandang. Proses penciptaan karya ini melalui tahap persiapan (observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi), tahap perancangan dengan analisis 5W+1H, hingga tahap perwujudan karya melalui digitalisasi. Hasilnya berupa dua jilid boardbook interaktif berukuran 21 x 21 cm yang memuat huruf A sampai Z dengan elemen putar (spiral), dilengkapi media pendukung berupa flashcard, poster, dan merchandise. Media ini diharapkan mampu membantu anak disleksia belajar membaca dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran orang tua, guru, dan masyarakat terhadap kebutuhan belajar anak disleksia.
Copyrights © 2026