Penerapan e-SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah berbasis elektronik) di lingkungan pemerintah daerah menuntut kualitas alur informasi dan pengelolaan data kinerja yang terstandar. Penelitian ini menganalisis alur informasi pengelolaan data kinerja dalam mendukung penerapan e-SAKIP pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Palembang menggunakan analisis komponen sistem informasi Input-Process-Output (IPO) dan analisis kualitas data. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam dengan tiga informan yang terdiri dari Kepala Subbagian dan dua staf pengelola data, serta dokumentasi selama periode Juli–Agustus 2025. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh tahapan alur informasi dengan dua titik kritis: ketidakseragaman format data pada tahap input dan bottleneck verifikasi manual pada tahap proses. Ditemukan empat permasalahan yang saling berkaitan secara kausal: ketidakseragaman format data dari unit kerja, proses verifikasi manual yang lambat, koordinasi pengumpulan data yang bersifat informal, dan ketergantungan pada tacit knowledge individu tanpa prosedur operasional standar terdokumentasi. Pemanfaatan fitur monitoring berkala e-SAKIP yang masih terbatas mengindikasikan kesenjangan antara kapasitas teknis sistem dan pola kerja aktual pengguna yang dapat dijelaskan melalui kerangka Technology Acceptance Model. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman kesenjangan antara kapasitas teknis e-SAKIP dan kesiapan proses bisnis di tingkat unit kerja, serta memberikan rekomendasi berbasis analisis kausal untuk perbaikan alur informasi kinerja pada instansi pemerintah daerah.
Copyrights © 2026