TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Vol. 6 No. 3 (2026)

PENGARUH MEDIA TRAINER SISTEM PENDINGIN TERHADAP HASIL PRAKTIK SISWA SMK

Juz’am Alifyan (Universitas PGRI Palembang)
Yunika Lestaria Ningsih (Universitas PGRI Palembang)
Bz Septeiyawan Abdullah (Universitas PGRI Palembang)



Article Info

Publish Date
06 Jul 2026

Abstract

ABSTRACT Practical learning in the automotive field requires students not only to understand the operating principles of vehicle components but also to apply them accurately in workshop activities. In the cooling system topic, limited practical learning media often hinder the learning process, resulting in learning experiences that do not fully reflect real workplace conditions. This situation encourages the use of a cooling system trainer as a learning medium designed to strengthen the connection between conceptual understanding and practical skills. This study involved 30 students of Class XI TKR 2 at SMK Negeri 8 Palembang, selected through a purposive sampling technique. Changes in students’ practical abilities were observed through pre- and post-learning practical tests and analyzed using normality testing, the Wilcoxon Signed Rank Test, and N-Gain analysis. The results revealed an increase in the average practical score from 49.53 to 84.80 after the implementation of the trainer-based learning activities. A significance value of 0.000 (<0.05) indicated a statistically significant improvement in students’ practical performance. Furthermore, the average N-Gain score of 0.68 was categorized as moderate, with an effectiveness level of 68.04%. These findings suggest that the cooling system trainer can provide a more engaging learning experience, enhance procedural understanding, and support the development of vocational competencies aligned with industry demands. Therefore, the media has considerable potential as an innovative alternative for practical learning in automotive vocational education. ABSTRAK Pembelajaran praktik pada bidang otomotif menuntut peserta didik tidak hanya memahami konsep kerja komponen kendaraan, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dalam kegiatan bengkel. Pada materi sistem pendingin, keterbatasan media praktik sering kali menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal sehingga pengalaman belajar yang diperoleh siswa belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kerja nyata. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan media trainer sistem pendingin sebagai sarana pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara pemahaman konseptual dan keterampilan praktik. Kajian ini melibatkan 30 siswa kelas XI TKR 2 SMK Negeri 8 Palembang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Perubahan kemampuan praktik diamati melalui pemberian tes sebelum dan sesudah penggunaan media, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, Wilcoxon Signed Rank Test, dan perhitungan N-Gain. Hasil pengolahan data memperlihatkan peningkatan rata-rata skor dari 49,53 menjadi 84,80 setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan media trainer. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) menunjukkan adanya perubahan yang bermakna pada capaian praktik siswa. Selain itu, rata-rata N-Gain sebesar 0,68 berada pada kategori sedang dengan tingkat efektivitas mencapai 68,04%. Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan media trainer sistem pendingin mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, memperkuat penguasaan prosedur kerja, dan mendukung pembentukan kompetensi vokasional yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, media tersebut berpotensi menjadi alternatif inovasi pembelajaran praktik pada pendidikan kejuruan otomotif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

teaching

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu ...