Transformasi digital mendorong kebutuhan infrastruktur basis data yang stabil, efisien, dan mampu melayani transaksi konkuren dalam jumlah besar. PostgreSQL menggunakan model proses per koneksi sehingga peningkatan jumlah klien dapat menambah beban memori, CPU, dan waktu inisialisasi. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa arsitektur direct connection melalui HAProxy dengan arsitektur connection pooling menggunakan PgBouncer pada PostgreSQL 17. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental berbasis benchmarking PGBench dalam lingkungan Docker Compose. Pengujian dilakukan pada tiga skenario beban, yaitu 10, 50, dan 100 klien simultan dengan empat thread selama 60 detik. Parameter yang dianalisis meliputi latency, throughput dalam satuan Transactions Per Second (TPS), waktu inisialisasi koneksi, dan jumlah proses koneksi aktif. Hasil menunjukkan bahwa direct connection lebih responsif pada beban ringan hingga menengah. Namun, pada 100 klien, PgBouncer dengan mode transaction pooling menghasilkan TPS lebih tinggi, yaitu 263,65 dibandingkan 231,47, memperpendek waktu inisialisasi koneksi, serta menurunkan proses aktif dari 105 menjadi 26. Temuan ini menunjukkan bahwa connection pooling lebih sesuai untuk sistem dengan lonjakan koneksi tinggi.
Copyrights © 2026