Puitika
Vol. 22 No. 1 (2026):

Memori Kolektif dan Trauma Sejarah dalam Novel Der Vorleser Karya Bernhard Schlink

Septriani, Hilda (Unknown)
Gantrisia, Kamelia (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis memori kolektif dan trauma sejarah yang digambarkan dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Novel yang berlatar cerita pada masa Perang Dunia II ini merefleksikan dampak berkelanjutan Holocaust serta pergulatan moral masyarakat Jerman dalam menghadapi warisan sejarahnya. Riset ini menggunakan cara kerja kualitatif dengan teknik analisis terhadap struktur naratif, karakter tokoh, dan kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan kompleksitas moral melalui relasi personal antara Michael Berg dan Hanna Schmitz yang memperlihatkan pertentangan antara cinta, rasa bersalah, dan penilaian benar atau salah secara etis, berdasarkan konsep memori kolektif yang sejalan dengan narasi pengalaman sejarah dalam novel yang kemudian ditransmisikan secara sosial lintas generasi. Selain itu, teori trauma juga membantu mengidentifikasi bahwa trauma sejarah tidak hilang, tetapi muncul kembali secara laten dan memengaruhi kondisi psikologis individu yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung. Temuan lain juga menunjukkan bahwa motif membaca, kebisuan, dan buta huruf dalam novel berfungsi sebagai simbol ketidakmampuan menghadapi masa lalu secara utuh. Dengan demikian, Der Vorleser dapat dipahami sebagai medium memori kultural yang membuka ruang refleksi kritis terhadap tanggung jawab sejarah dan menunjukkan bahwa warisan Holocaust terus membentuk kesadaran moral masyarakat Jerman pascaperang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis memori kolektif dan trauma sejarah yang digambarkan dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Novel yang berlatar cerita pada masa Perang Dunia II ini merefleksikan dampak berkelanjutan Holocaust serta pergulatan moral masyarakat Jerman dalam menghadapi warisan sejarahnya. Riset ini menggunakan cara kerja kualitatif dengan teknik analisis terhadap struktur naratif, karakter tokoh, dan kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan kompleksitas moral melalui relasi personal antara Michael Berg dan Hanna Schmitz yang memperlihatkan pertentangan antara cinta, rasa bersalah, dan penilaian benar atau salah secara etis, berdasarkan konsep memori kolektif yang sejalan dengan narasi pengalaman sejarah dalam novel yang kemudian ditransmisikan secara sosial lintas generasi. Selain itu, teori trauma juga membantu mengidentifikasi bahwa trauma sejarah tidak hilang, tetapi muncul kembali secara laten dan memengaruhi kondisi psikologis individu yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung. Temuan lain juga menunjukkan bahwa motif membaca, kebisuan, dan buta huruf dalam novel berfungsi sebagai simbol ketidakmampuan menghadapi masa lalu secara utuh. Dengan demikian, Der Vorleser dapat dipahami sebagai medium memori kultural yang membuka ruang refleksi kritis terhadap tanggung jawab sejarah dan menunjukkan bahwa warisan Holocaust terus membentuk kesadaran moral masyarakat Jerman pascaperang.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnalpuitika

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

PUITIKA merupakan jurnal ilmiah humaniora yang menyajikan artikel orisinal tentang penelitian di bidang bahasa, sastra, dan budaya. Artikel yang dimuat telah melalui proses seleksi oleh redaksi, penyuntingan oleh dewan editor, dan penilaian layak muat oleh dewan bestari. Jurnal ini terbit secara ...