Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS E-LEARNING STUDI KASUS: SISWA SMAS MUTIARA BUNDA DI KELURAHAN SUKAMISKIN KECAMATAN ARCAMANIK KOTAMADYA BANDUNG Gantrisia, Kamelia; Ekawati, Dian; Cansrina, Genita
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.005 KB)

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan teknologi media di semua bidang termasuk di bidang pendidikan, proses pembelajaran bahasa asing juga telah berubah secara permanen. Penggunaan media digital dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian yang sedang berlangsung ini melakukan penelitian eksploratif dan deskriptif untuk memaksimalkan penggunaan media digital. Berbagai materi pembelajaran yang diperoleh melalui media digital diintegrasikan ke dalam metode pengajaran, dengan studi kasus pada buku teks Netzwerk A1. Penelitian ini mencoba membuat peta metode pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing bagi pemula dengan menggunakan teknik dan bahan e-learning terutama untuk siswa SMA di Mutiara Bunda Bandung dan untuk menerapkannya dalam proses belajarnya. Artikel ini akan melaporkan bagian dari metode penelitian kami dengan mengimplementasikan metode-metode e-learning dalam aktivitas belajar bahasa Jerman untuk pemula. 
Teknik Fotografi dalam Sastra Realisme LADULTERA Karya Theodor Fontane Gantrisia, Kamelia
PANGGUNG Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.230

Abstract

ABSTRACT          This research is entitled “Photography Approach in the Literary Work of Realism LAdultera by Theodor Fontane”. The aims of the research are to identify the descriptions found in literary work and the representation of photography criteria found in those descriptions. The methods employed in this research are formal method. The analysis is carried out by explaining the descriptions briefly and using them to identify parts of the text pointing to those descripstions. They are then analyzed by means of photography criteria from Heinz Buddermeier and Erwin Koeppen.             The result shows that the descriptions are concentrated on three types of setting descriptions: realm, interior, and building setting. In every description various description techniques which are similar to common techniques used in photography are found. They are observers view transition, transition and/or regularity of observers position, occuracy and sharpness of the object, static quality and object visual, and inequality of object setting. Key words: realism, description, photographyABSTRAK          Penelitian ini berjudul ”Teknik Fotografi dalam Karya Sastra Masa Realisme LAdultera Karya Theodor Fontane”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan deskripsi-deskripsi yang muncul dalam karya sastra dan mengkaji penggambaran-penggambaran fotografis dalam deskripsi-deskripsi tersebut. Metode yang dipergunakan adalah metode formal. Analisisnya dilakukan dengan cara menjabarkan secara singkat tentang deskripsi dalam karya sastra dan mempergunakannya untuk mengidentifikasikan bagian-bagian teks yang mengarah pada deskripsi. Bagian-bagian teks yang mengandung deskripsi tersebut selanjutnya dianalisis dengan bantuan kriteria-kriteria fotografi menurut Heinz Buddemeier dan Erwin Koppen.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi-deskripsi yang dimunculkan dalam karya dikonsentrasikan pada tiga jenis deskripsi latar, yaitu latar alam, interior, dan bangunan. Dalam setiap deskripsi ditemukan berbagai teknik penggambaran yang memiliki kemiripan dengan teknik-teknik yang biasa dipergunakan dalam fotografi, yaitu perpindahan pandangan pengamat, perpindahan dan/atau keajegan posisi pengamat, ketepatan dan ketajaman objek, sifat statis dan visual objek, serta ketidaksejajaran latar objek.    Kata Kunci: realisme, deskripsi, fotografi
“From Scenic Interpretation to Fluent Speaking: Literary Texts “Linie 1” in the German Classroom” Cansrina, Genita; Gantrisia, Kamelia; Ratnasari, Dewi
Nusantara Science and Technology Proceedings Internationale Konferenz des Indonesischen Germanistenverbandes (iKoniG)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.1911

Abstract

These article explores the question of how literary texts can be didactizised in foreign language classroom. Based on the hypothesis that the students are still shy and reserved despite the sufficient knowledge of German, the main goal of this research ist an attempt to make the learners speak. Scenic interpretation, whose term originated from the scenic play, was concepted by Scheller (1996) in order to give literature back its meaning when he noticed the students showed a distance to foreign literary texts. This method connected the theater pedagogy with the teaching of German as a foreign language, in which two central orientations can be distinguished, namely process orientation and product orientation. In the field of foreign language acquisition, this method serves to improve oral communication skills and thus a process-oriented orientation is pursued. If one considers scenic interpretation as a methodological approach in German teaching, teaching with the means of theater is part of an action-oriented teaching, in which the students are in the center, because they themselves are active and the teacher gets more the tasks as an organizer of the learning process. The selected corpus of this research ist “Linie 1”, a musical revue by Ludwig (2007), in which Berlin dialect can be often be heard as one of the signs of authentic conversation in the scenes of subway. Not only from hearing, but also from seeing, learners get input from this musical performance, through which it is assumed that it is easier for them to imagine the spaces, the situation, the relationship and the images to interpret the texts. In order to make the students aware of the contrastive considerations, questionnaires are distributed to them, in which a few questions are asked according to the learner´s sensations. Furthermore, these literary texts are didactizised using the Four Strands model developed by Paul Nation (2007). The preliminary result of this research can be said, that after one semester sessions, the students speak more fluently because they are familiarized with the text and therefore they have more self-confidence.
PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS E-LEARNING STUDI KASUS: SISWA SMAS MUTIARA BUNDA DI KELURAHAN SUKAMISKIN KECAMATAN ARCAMANIK KOTAMADYA BANDUNG Kamelia Gantrisia; Dian Ekawati; Genita Cansrina
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.005 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14884

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan teknologi media di semua bidang termasuk di bidang pendidikan, proses pembelajaran bahasa asing juga telah berubah secara permanen. Penggunaan media digital dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian yang sedang berlangsung ini melakukan penelitian eksploratif dan deskriptif untuk memaksimalkan penggunaan media digital. Berbagai materi pembelajaran yang diperoleh melalui media digital diintegrasikan ke dalam metode pengajaran, dengan studi kasus pada buku teks Netzwerk A1. Penelitian ini mencoba membuat peta metode pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing bagi pemula dengan menggunakan teknik dan bahan e-learning terutama untuk siswa SMA di Mutiara Bunda Bandung dan untuk menerapkannya dalam proses belajarnya. Artikel ini akan melaporkan bagian dari metode penelitian kami dengan mengimplementasikan metode-metode e-learning dalam aktivitas belajar bahasa Jerman untuk pemula. 
PELATIHAN PENULISAN CERITA DETEKTIF BERTEMA MASALAH DOMESTIK BAGI ANGGOTA KOMUNITAS PENULIS PEREMPUAN INDONESIA DI BANDUNG Lestari Manggong; Kamelia Gantrisia; Ida Farida
Dharmakarya Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.209 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19804

Abstract

Cerita detektif, sebagai genre karya fiksi, khususnya yang ditulis oleh penulis perempuan masih sangat minim keberadaannya di Indonesia. Berangkat dari fakta ini, maka tercetuslah kegiatan PPM ini. PPM ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian tentang deduksi Sherlock Holmes, yang melibatkan anggota Komunitas Penulis Perempuan (KPPI) Bandung. Melalui PPM ini, anggota KPPI Bandung dibekali pengetahuan mengenai penulisan cerita detektif dengan cara pengadaan pelatihan penulisan cerita detektif bertema masalah domestik. Tema masalah domestik ini dipilih karena tema inilah yang erat dengan keseharian penulis perempuan di KPPI Bandung yang semuanya adalah ibu-ibu. PPM ini bertujuan untuk memperkaya khasanah bacaan cerita detektif karya penulis perempuan di Indonesia. Untuk itu, maka PPM ini diproyeksikan dapat membantu penulis perempuan untuk dapat lebih mengasah kreatifitasnya menulis cerita detektif. Metode yang digunakan dalam pembahasan tentang kegiatan PPM ini adalah metode kualitatif, melalui observasi kegiatan sepanjang pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah pemetaan topik-topik yang berpotensi menjadi titik tolak rancangan cerita detektif yang akan ditulis. Kesimpulan yang diperoleh adalah tahap brainstorming dan clustering membantu peserta pelatihan dalam hal pemetaan topik.
UPAYA MEMBANGUN JATI DIRI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI KAJIAN KOMPARASI DONGENG INDONESIA DAN JERMAN Dian Indira; Kamelia Gantrisia
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.405 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.16735

Abstract

Pada umumnya para siswa sekolah dasar sudah diperkenalkan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan lagu dan dongeng berbahasa Jerman,  khalayak sasaran adalah siswa  SD Cikeruh 2 Kecamatan Jatinangor.  Bahasa Jerman merupakan bahasa yang tidak pernah dikenal para siswa.  Oleh karena itu, kepada para siswa terlebih dahulu diperkenalkan secara singkat tentang negara dan  masyarakat Jerman, sebelum  para siswa menyaksikan penayangan video  tentang lagu dan dongeng berbahasa Jerman. Metode yang dilakukan adalah metode ceramah, menyimak tayangan video, diskusi, dan diakhiri dengan evaluasi  berupa tes tulis. Melalui kegiatan tersebut wawasan para siswa bertambah tentang bahasa dan budaya Jerman.  Selain itu, dengan mengajak para siswa melihat video tentang lagu dan dongeng berbahasa Jerman,  mereka dapat mengkomparasinya dengan lagu dan dongeng Indonesia yang telah mereka kenali. Dengan mengetahui bahwa lagu dan dongeng dari Indonesia tidak kalah dengan lagu dan dongeng dari Jerman, diharapkan terbina kebanggaan para siswa dalam rangka membangun  jati diri bangsa. 
JALINAN SAINS DAN SASTRA: PENERAPAN METODE INVESTIGATIF DETEKTIF BAGI MAHASISWA BIDANG HUMANIORA Lestari Manggong; Kamelia Gantrisia; Ida Farida
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.11

Abstract

Tulisan ini berfokus pada jalinan antara sains dan sastra dengan mengeksplorasi penanganan masalah paling umum yang dihadapi mahasiswa kajian sastra dalam menulis esai terutama pada tahap identifikasi masalah. Penelitian ini menelaah praktik dalam menerapkan metode investigatif detektif yang merupakan turunan dari metode deduksi sherlock holmes untuk membantu mengurai tahap yang diperlukan dalam mengidentifikasi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan alur penalaran diagnostik yang diperoleh dari penerapan metode investigatif detektif tersebut. Tulisan ini merujuk pada Rapezzi et al. (2005),Wagner (2006), dan Livingstone et al. (2016) sebagai landasan konsep investigatif detektif, konsep investigasi holmes, dan penyertaan teknologi digital dalam kelas. Tulisan ini pada akhirnya menawarkan cara penerapan metode investigatif detektif sebagai model penalaran diagnostik kepada mahasiswa kajian sastra. Simpulan dari tulisan ini adalah formula alur penalaran diagnostik terdiri atas kegiatan mengobservasi, mendeduksi, dan mendeteksi inkonsistensi.This paper focuses on the interweaving between science and literature by exploring a study in tackling the most common problem encountered by students of literary studies in writing essays, which is, identifying the problems. The study analyzes the practice of applying detective's investigative method which is a part of Sherlock Holmes' deduction method, to dismantle the stages needed in the process of problem identification. This study aims to map out the flow of diagnostic reasoning from the previously mentioned method. This paper refers to Rapezzi et al. (2005), Wagner (2006), and Livingstone et al. (2016) as founding concepts of detective's and Holmes' investigations, and incorporation of digital technology in the classroom. This paper ultimately proposes ways on how detective investigative method can be applied as a model of diagnostic reasoning to students of literary studies. The paper concludes with a formula that the flow of diagnostic reasoning comprises of stages namely observing, deducing, and detecting inconsistencies.
Teknik Fotografi dalam Sastra Realisme L'ADULTERA Karya Theodor Fontane Kamelia Gantrisia
PANGGUNG Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.031 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.230

Abstract

ABSTRACT          This research is entitled “Photography Approach in the Literary Work of Realism L'Adultera by Theodor Fontane”. The aims of the research are to identify the descriptions found in literary work and the representation of photography criteria found in those descriptions. The methods employed in this research are formal method. The analysis is carried out by explaining the descriptions briefly and using them to identify parts of the text pointing to those descripstions. They are then analyzed by means of photography criteria from Heinz Buddermeier and Erwin Koeppen.             The result shows that the descriptions are concentrated on three types of setting descriptions: realm, interior, and building setting. In every description various description techniques which are similar to common techniques used in photography are found. They are observer's view transition, transition and/or regularity of observer's position, occuracy and sharpness of the object, static quality and object visual, and inequality of object setting. Key words: realism, description, photographyABSTRAK          Penelitian ini berjudul ”Teknik Fotografi dalam Karya Sastra Masa Realisme L'Adultera Karya Theodor Fontane”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan deskripsi-deskripsi yang muncul dalam karya sastra dan mengkaji penggambaran-penggambaran fotografis dalam deskripsi-deskripsi tersebut. Metode yang dipergunakan adalah metode formal. Analisisnya dilakukan dengan cara menjabarkan secara singkat tentang deskripsi dalam karya sastra dan mempergunakannya untuk mengidentifikasikan bagian-bagian teks yang mengarah pada deskripsi. Bagian-bagian teks yang mengandung deskripsi tersebut selanjutnya dianalisis dengan bantuan kriteria-kriteria fotografi menurut Heinz Buddemeier dan Erwin Koppen.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi-deskripsi yang dimunculkan dalam karya dikonsentrasikan pada tiga jenis deskripsi latar, yaitu latar alam, interior, dan bangunan. Dalam setiap deskripsi ditemukan berbagai teknik penggambaran yang memiliki kemiripan dengan teknik-teknik yang biasa dipergunakan dalam fotografi, yaitu perpindahan pandangan pengamat, perpindahan dan/atau keajegan posisi pengamat, ketepatan dan ketajaman objek, sifat statis dan visual objek, serta ketidaksejajaran latar objek.    Kata Kunci: realisme, deskripsi, fotografi
METODE SCL BERBASIS E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN SEBAGAI BAHASA ASING (SCL-METHODS BASED ON E-LEARNING IN GERMAN AS A FOREIGN LANGUAGE) Kamelia Gantrisia; Dian Ekawati; Genita Cansrina
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.799 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.166

Abstract

Abstrak: Dengan pesatnya perkembangan teknologi media di semua bidang termasuk di bidang pendidikan, proses pembelajaran bahasa asing juga telah berubah secara permanen. Penggunaan media digital dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian yang sedang berlangsung ini merupakan penelitian eksploratif dan deskriptif untuk memaksimalkan penggunaan media digital dalam metode pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning/SCL). Berbagai materi pembelajaran yang diperoleh melalui media digital diintegrasikan ke dalam metode pembelajaran SCL, dengan studi kasus pada buku teks Netzwerk A1. Berdasarkan teori dari Astleitner (2000), Kron (2003, 2008), Astleitner dan Steinberg (2005), Budka and Mader (2006) dan Hillen dan Landis (2014) penelitian ini mencoba membuat peta metode SCL pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing bagi pemula dengan menggunakan teknik dan bahan e-learning terutama untuk mahasiswa di Universitas Padjadjaran Bandung Indonesia dan untuk menerapkannya dalam proses belajarnya. Hasil pemetaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data-data yang diperoleh melalui media digital lebih menekankan pada kompetensi berbicara (Sprechen). Metode SCL yang sangat mendukung capaian kompetensi berbicara melalui latihan berbasis e-learning ini adalah Role-Play & Simulation.Kata kunci: e-learning, SCL, bahasa Jerman, bahasa asing  Abstract:  With the rapid development of media technology in all areas including in education, the learning process of foreign language has also changed permanently. Using of digital media in teaching and learning activities, both inside and outside the classroom becomes very important to do. This ongoing research conducted explorative and descriptive studies to maximize the using of digital media in student-centered-learning methods (SCL). Various learning materials obtained through digital media are integrated into the SCL learning methods, with case studies in Netzwerk A1 textbooks. Based on the theories from Astleitner (2000), Kron (2003, 2008), Asleitner and Steinberg (2005), Budka und Mader (2006) and Hillen and Landis (2014) this research tries to make a map of the SCL-methods of learning German as a foreign language by using e-learning techniques and materials especially for the students at the University of Padjadjaran Indonesia and to implement it in its learning process. The results of the mapping that has been done showed that the materials obtained through digital media more emphasis on the speaking competence. SCL method that strongly supports this competence through this e-learning training is Role-Play & Simulation. Keywords: e-learning, SCL, German, foreign language
INTRODUKSI PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN KONSUMSI TEMPE canasoyvalia DI DESA BUGEL KECAMATAN TOMO KABUPATEN SUMEDANG Ratnasari, Dewi; Gantrisia, Kamelia; Cansrina, Genita
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.51642

Abstract

Introduksi perilaku hidup sehat melalui budi daya kacang koro pedang dalam pembuatan tempe dilakukan di desa Bugel kecamatan Tomo kabupaten Sumedang. Kegiatan budi daya kacang koro pedang putih belum pernah diperkenalkan di desa ini. Kacang koro pedang putih adalah tanaman legum (kacang-kacangan) dengan berbagai keunggulan, antara lain ketahanan terhadap lingkungan, dapat ditanam di tanah-tanah marjinal, perawatan selama pertumbuhannya relatif mudah, sederhana, dan murah, tingkat produktivitas tinggi (1-5 ton/hektar), serta memiliki kandungan protein yang mendekati kandungan protein kacang kedelai, bahkan setelah difermentasi kandungan protein dalam kacang koro pedang putih menjadi lebih tinggi dari protein kacang kedelai. Introduksi budi daya kacang koro pedang putih ini dilakukan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat di desa Bugel kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang dengan mengkonsumsi tempe berbahan baku kacang koro pedang putih. Dalam kegiatan ini akan dilakukan beberapa tahapan metode. Tahap kesatu merupakan langkah persiapan serta observasi. Pada tahapan selanjutnya diberikan edukasi melalui metode ceramah dan diskusi. Pengevaluasian akan dilakukan pada tahapan terakhir. Sesi persiapan mencakup persiapan bahan baku dan peralatan pembuatan tempe kacang koro pedang putih. Pencapaian hasil kegiatan berupa pengayaan secara keilmuan, serta pengetahuan dalam teori maupun praktik kaum ibu rumah tangga dalam memperoleh sumber protein nabati untuk kesehatan keluarga secara mudah dan murah, serta dapat meningkatkan perekonomi keluarga.