Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS E-LEARNING STUDI KASUS: SISWA SMAS MUTIARA BUNDA DI KELURAHAN SUKAMISKIN KECAMATAN ARCAMANIK KOTAMADYA BANDUNG Gantrisia, Kamelia; Ekawati, Dian; Cansrina, Genita
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.005 KB)

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan teknologi media di semua bidang termasuk di bidang pendidikan, proses pembelajaran bahasa asing juga telah berubah secara permanen. Penggunaan media digital dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian yang sedang berlangsung ini melakukan penelitian eksploratif dan deskriptif untuk memaksimalkan penggunaan media digital. Berbagai materi pembelajaran yang diperoleh melalui media digital diintegrasikan ke dalam metode pengajaran, dengan studi kasus pada buku teks Netzwerk A1. Penelitian ini mencoba membuat peta metode pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing bagi pemula dengan menggunakan teknik dan bahan e-learning terutama untuk siswa SMA di Mutiara Bunda Bandung dan untuk menerapkannya dalam proses belajarnya. Artikel ini akan melaporkan bagian dari metode penelitian kami dengan mengimplementasikan metode-metode e-learning dalam aktivitas belajar bahasa Jerman untuk pemula. 
Teknik Fotografi dalam Sastra Realisme LADULTERA Karya Theodor Fontane Gantrisia, Kamelia
PANGGUNG Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i1.230

Abstract

ABSTRACT          This research is entitled “Photography Approach in the Literary Work of Realism LAdultera by Theodor Fontane”. The aims of the research are to identify the descriptions found in literary work and the representation of photography criteria found in those descriptions. The methods employed in this research are formal method. The analysis is carried out by explaining the descriptions briefly and using them to identify parts of the text pointing to those descripstions. They are then analyzed by means of photography criteria from Heinz Buddermeier and Erwin Koeppen.             The result shows that the descriptions are concentrated on three types of setting descriptions: realm, interior, and building setting. In every description various description techniques which are similar to common techniques used in photography are found. They are observers view transition, transition and/or regularity of observers position, occuracy and sharpness of the object, static quality and object visual, and inequality of object setting. Key words: realism, description, photographyABSTRAK          Penelitian ini berjudul ”Teknik Fotografi dalam Karya Sastra Masa Realisme LAdultera Karya Theodor Fontane”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan deskripsi-deskripsi yang muncul dalam karya sastra dan mengkaji penggambaran-penggambaran fotografis dalam deskripsi-deskripsi tersebut. Metode yang dipergunakan adalah metode formal. Analisisnya dilakukan dengan cara menjabarkan secara singkat tentang deskripsi dalam karya sastra dan mempergunakannya untuk mengidentifikasikan bagian-bagian teks yang mengarah pada deskripsi. Bagian-bagian teks yang mengandung deskripsi tersebut selanjutnya dianalisis dengan bantuan kriteria-kriteria fotografi menurut Heinz Buddemeier dan Erwin Koppen.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi-deskripsi yang dimunculkan dalam karya dikonsentrasikan pada tiga jenis deskripsi latar, yaitu latar alam, interior, dan bangunan. Dalam setiap deskripsi ditemukan berbagai teknik penggambaran yang memiliki kemiripan dengan teknik-teknik yang biasa dipergunakan dalam fotografi, yaitu perpindahan pandangan pengamat, perpindahan dan/atau keajegan posisi pengamat, ketepatan dan ketajaman objek, sifat statis dan visual objek, serta ketidaksejajaran latar objek.    Kata Kunci: realisme, deskripsi, fotografi
“From Scenic Interpretation to Fluent Speaking: Literary Texts “Linie 1” in the German Classroom” Cansrina, Genita; Gantrisia, Kamelia; Ratnasari, Dewi
Nusantara Science and Technology Proceedings Internationale Konferenz des Indonesischen Germanistenverbandes (iKoniG)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.1911

Abstract

These article explores the question of how literary texts can be didactizised in foreign language classroom. Based on the hypothesis that the students are still shy and reserved despite the sufficient knowledge of German, the main goal of this research ist an attempt to make the learners speak. Scenic interpretation, whose term originated from the scenic play, was concepted by Scheller (1996) in order to give literature back its meaning when he noticed the students showed a distance to foreign literary texts. This method connected the theater pedagogy with the teaching of German as a foreign language, in which two central orientations can be distinguished, namely process orientation and product orientation. In the field of foreign language acquisition, this method serves to improve oral communication skills and thus a process-oriented orientation is pursued. If one considers scenic interpretation as a methodological approach in German teaching, teaching with the means of theater is part of an action-oriented teaching, in which the students are in the center, because they themselves are active and the teacher gets more the tasks as an organizer of the learning process. The selected corpus of this research ist “Linie 1”, a musical revue by Ludwig (2007), in which Berlin dialect can be often be heard as one of the signs of authentic conversation in the scenes of subway. Not only from hearing, but also from seeing, learners get input from this musical performance, through which it is assumed that it is easier for them to imagine the spaces, the situation, the relationship and the images to interpret the texts. In order to make the students aware of the contrastive considerations, questionnaires are distributed to them, in which a few questions are asked according to the learner´s sensations. Furthermore, these literary texts are didactizised using the Four Strands model developed by Paul Nation (2007). The preliminary result of this research can be said, that after one semester sessions, the students speak more fluently because they are familiarized with the text and therefore they have more self-confidence.
INTRODUKSI PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN KONSUMSI TEMPE canasoyvalia DI DESA BUGEL KECAMATAN TOMO KABUPATEN SUMEDANG Ratnasari, Dewi; Gantrisia, Kamelia; Cansrina, Genita
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.51642

Abstract

Introduksi perilaku hidup sehat melalui budi daya kacang koro pedang dalam pembuatan tempe dilakukan di desa Bugel kecamatan Tomo kabupaten Sumedang. Kegiatan budi daya kacang koro pedang putih belum pernah diperkenalkan di desa ini. Kacang koro pedang putih adalah tanaman legum (kacang-kacangan) dengan berbagai keunggulan, antara lain ketahanan terhadap lingkungan, dapat ditanam di tanah-tanah marjinal, perawatan selama pertumbuhannya relatif mudah, sederhana, dan murah, tingkat produktivitas tinggi (1-5 ton/hektar), serta memiliki kandungan protein yang mendekati kandungan protein kacang kedelai, bahkan setelah difermentasi kandungan protein dalam kacang koro pedang putih menjadi lebih tinggi dari protein kacang kedelai. Introduksi budi daya kacang koro pedang putih ini dilakukan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat di desa Bugel kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang dengan mengkonsumsi tempe berbahan baku kacang koro pedang putih. Dalam kegiatan ini akan dilakukan beberapa tahapan metode. Tahap kesatu merupakan langkah persiapan serta observasi. Pada tahapan selanjutnya diberikan edukasi melalui metode ceramah dan diskusi. Pengevaluasian akan dilakukan pada tahapan terakhir. Sesi persiapan mencakup persiapan bahan baku dan peralatan pembuatan tempe kacang koro pedang putih. Pencapaian hasil kegiatan berupa pengayaan secara keilmuan, serta pengetahuan dalam teori maupun praktik kaum ibu rumah tangga dalam memperoleh sumber protein nabati untuk kesehatan keluarga secara mudah dan murah, serta dapat meningkatkan perekonomi keluarga.
Relasi Sastra dan Sosial: Tinjauan Strukturalisme Genetik dalam Cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa Karya Seno Gumira Ajidarma Septriani, Hilda; Januarsyah, Gilang; Gantrisia, Kamelia; Cansrina, Genita
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8265

Abstract

This study aims to elaborate the representation of human facts, collective subjects, and worldviews on the surrounding environment depicted in the short story entitled Sebatang Pohon di Luar Desa by Seno Gumira Ajidarma using genetic structuralism and literary sociology approaches. A relevance as an analysis of Goldmann's literary sociology by collecting data sources from the short story Sebatang Pohon di Luar Desa by Seno Gumira Ajidarma. The method in this study is qualitative descriptive with a literary sociology approach. Data was obtained through literature review techniques by reading a short story entitled Sebatang Pohon di Luar Desa as a whole. Data analysis techniques by means of the validity of data obtained from reading sources such as books, journals accompanied by theory triangulation. The results of research from the analysis of the short story Sebatang Pohon di Luar Desa are elaborating on humanitarian facts that are collective subjects and worldviews in recording historical events in realizing independence which are represented very strongly and thick with historical meaning in Timor Timur (now is Timor Leste) at a certain period of time. This research also shows that Seno's short stories do not merely record social realities in life, but also form a critique of symbolic violence and the process of alienation in modern society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi representasi fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia terhadap lingkungan sekitar yang digambarkan di dalam cerpen yang berjudul Sebatang Pohon di Luar Desa karya Seno Gumira Ajidarma dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik dan sosiologi sastra. Suatu relevansi sebagai analisis sosiologi sastra Goldmann dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data dari cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa karya Seno Gumira Ajidarma. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh melalui teknik kajian kepustakaan dengan cara membaca cerpen yang berjudul Sebatang Pohon di Luar Desa secara utuh dan keseluruhan. Teknik analisis data dengan cara keabsahan data yang diperoleh dari sumber bacaan seperti buku, jurnal-jurnal disertai triangulasi teori. Hasil penelitian dari analisis cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa ini yaitu mengelaborasi fakta kemanusiaan yang bersifat subjek kolektif dan pandangan dunia dalam merekam peristiwa sejarah dalam mewujudkan kemerdekaan yang direpresentasikan dengan sangat kuat dan kental dengan makna historis di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada kurun waktu tertentu. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa cerpen Seno tidak sekadar merekam realitas sosial dalam kehidupan, tetapi juga membentuk kritik terhadap kekerasan simbolik dan proses alienasi dalam masyarakat modern.
Refleksi Sosial dalam Cerpen “Sommerhaus, später” dan “Rote Korallen” Karya Judith Hermann Septriani, Hilda; Gantrisia, Kamelia; Hardika, Meilita
Puitika Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v21i2.742

Abstract

Penelitian ini menganalisis cerita pendek “Sommerhaus, später” dan “Rote Korallen” karya Judith Hermann sebagai cerminan kondisi sosial masyarakat Jerman pascareunifikasi. Melalui pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini mengidentifikasi tema-tema utama seperti krisis identitas, ketidakpastian masa depan, dan disonansi antara harapan dan kenyataan yang dialami oleh generasi muda pada masa pascareunifikasi, terutama untuk warga Jerman Timur. Adapun teori yang akan membantu untuk menguraikan permasalahan dalam penelitian ini adalah teori yang berkenaan dengan krisis identitas oleh Hall (1993) dan Erikson (1968), disonansi kognitif oleh Festinger (1957), serta konsep Erlebnisgesellschaft oleh Schulze (1992) dan Bauman (2000). Kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang dialami masyarakat Jerman Timur setelah reunifikasi ditunjukkan oleh teks secara tersirat. Melalui kutipan yang terdapat dalam kedua cerita pendek tersebut dapat terlihat gambaran kebingungan dan keterasingan yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya yang saling berkelindan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teks objek penelitian ini tidak hanya merefleksikan pengalaman individu, tetapi juga mencerminkan trauma dan pengalaman kolektif masyarakat Jerman dalam menghadapi perubahan besar yang terjadi pascareunifikasi.