Miskonsepsi mahasiswa dalam menginterpretasikan sinyal Cathode Ray Oscilloscope (CRO) merupakan permasalahan yang kurang mendapat perhatian dalam penelitian pendidikan fisika. Penelitian ini mengembangkan dan memvalidasi instrumen tes diagnostik two-tier guna mengidentifikasi miskonsepsi tersebut secara sistematis. Sebanyak 34 mahasiswa pendidikan fisika yang telah menempuh praktikum gelombang listrik dilibatkan sebagai subjek penelitian melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang dikembangkan terdiri atas delapan butir soal yang masing-masing mencakup satu tier pertanyaan konseptual dan satu tier alasan jawaban, dengan indikator meliputi frekuensi, amplitudo, periode, beda fase, noise sinyal, pengaruh time/div, kerapatan gelombang, dan pengaruh volt/div. Validasi konten dilakukan melalui expert judgment oleh dosen fisika. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pemahaman konseptual mahasiswa tergolong sedang, dengan rentang persentase jawaban benar antara 56% sampai 74%. Miskonsepsi paling menonjol terdeteksi pada butir interpretasi noise sinyal dan pengaruh pengaturan volt/div, masing-masing hanya 56%. Pola dominan yang ditemukan menunjukkan bahwa mahasiswa lebih menguasai prosedur operasional CRO dibandingkan pemahaman konseptual yang mendasarinya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih berorientasi pada penguatan pemahaman konseptual melalui simulasi dan representasi visual interaktif.
Copyrights © 2026