Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Metode Trapezoida untuk Menghitung Jarak Tempuh Benda Berdasarkan Data Kecepatan terhadap Waktu Menggunakan Python Radit Ryan Nugroho; Uci Ulan Dari; Ajizah Hanum Lubis; Muhammad Ammar Yasir Adrisa; Putra Agrifa Pasaribu; Neyna Alisya Sari Br Barus; Habibi Azka Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1071

Abstract

Metode integrasi numerik merupakan teknik yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan integral yang sulit dihitung secara analitik. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode trapezoida pada kasus fisika berupa perhitungan jarak tempuh kendaraan berdasarkan hubungan kecepatan terhadap waktu menggunakan bahasa pemrograman Python. Pengujian dilakukan pada dua jenis data, yaitu fungsi kecepatan kontinu dan data kecepatan diskrit hasil pengamatan. Implementasi memanfaatkan library NumPy, Matplotlib, dan SciPy untuk mendukung komputasi, visualisasi, serta validasi hasil perhitungan. Tingkat akurasi metode dianalisis melalui error absolut, error relatif, dan konvergensi numerik dengan variasi jumlah interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah interval menyebabkan error semakin kecil sehingga hasil integrasi numerik mendekati solusi analitik. Pada fungsi kontinu diperoleh hasil integral yang mendekati nilai eksak sebesar 155,00, sedangkan pada data diskrit diperoleh estimasi jarak tempuh sebesar 95 meter. Validasi menggunakan fungsi quad() pada SciPy menghasilkan nilai integral yang identik dengan solusi analitik. Perbandingan dengan metode Simpson menunjukkan akurasi yang lebih tinggi, namun metode trapezoida lebih unggul dalam kesederhanaan algoritma dan kemudahan implementasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode trapezoida efektif diterapkan pada fungsi kontinu maupun data diskrit dalam perhitungan jarak tempuh kendaraan berbasis Python. Metode ini juga memberikan hasil stabil, mudah dipahami, serta relevan digunakan dalam pembelajaran komputasi numerik dan analisis fisika terapan secara sederhana.
Pengembangan Tes Diagnostik Two-Tier Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Mahasiswa Pendidikan Fisika Pada Interpretasi Sinyal Cathode Ray Oscilloscope (CRO) Artika Zahra; Riski Aulia; Naswa Kamila Zend; Annisa Humaira Mutia; Nabila Zahara; Habibi Azka Nasution
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.373

Abstract

Miskonsepsi mahasiswa dalam menginterpretasikan sinyal Cathode Ray Oscilloscope (CRO) merupakan permasalahan yang kurang mendapat perhatian dalam penelitian pendidikan fisika. Penelitian ini mengembangkan dan memvalidasi instrumen tes diagnostik two-tier guna mengidentifikasi miskonsepsi tersebut secara sistematis. Sebanyak 34 mahasiswa pendidikan fisika yang telah menempuh praktikum gelombang listrik dilibatkan sebagai subjek penelitian melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang dikembangkan terdiri atas delapan butir soal yang masing-masing mencakup satu tier pertanyaan konseptual dan satu tier alasan jawaban, dengan indikator meliputi frekuensi, amplitudo, periode, beda fase, noise sinyal, pengaruh time/div, kerapatan gelombang, dan pengaruh volt/div. Validasi konten dilakukan melalui expert judgment oleh dosen fisika. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pemahaman konseptual mahasiswa tergolong sedang, dengan rentang persentase jawaban benar antara 56% sampai 74%. Miskonsepsi paling menonjol terdeteksi pada butir interpretasi noise sinyal dan pengaruh pengaturan volt/div, masing-masing hanya 56%. Pola dominan yang ditemukan menunjukkan bahwa mahasiswa lebih menguasai prosedur operasional CRO dibandingkan pemahaman konseptual yang mendasarinya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih berorientasi pada penguatan pemahaman konseptual melalui simulasi dan representasi visual interaktif.
PENGARUH JUMLAH PENGULANGAN PENGUKURAN TERHADAP KETELITIAN DAN KEPRESISIAN MULTIMETER DIGITAL DALAM MENGUKUR TEGANGAN DAN ARUS PADA RESISTOR Baddariah Khopipa Pulungan; Nezha Iriany; Khalisha Husna; Oktaria Magdalena; Zahra Arjeti; Habibi Azka Nasution; Winsyahputra Ritonga
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15296

Abstract

This study aims to evaluate the extent to which variations in the number of measurement repetitions, namely n=10, n=20, and n=30, affect the accuracy and precision of the PHYWE 07122-00 digital multimeter (3½-digit DMM) in measuring voltage and current across three resistors: R1 and R2 (390 kΩ) and R3 (10 kΩ). A quantitative experimental approach with a repeated measurement design was employed. Percentage error was used as an indicator of accuracy, while the coefficient of variation (CV) served as an indicator of precision. All data processing and visualization were carried out using the Python ecosystem, including NumPy, SciPy, Matplotlib, and Seaborn, producing heatmap-based visualizations. The findings reveal that voltage measurements yielded exceptionally high accuracy (% error < 0.10%) with stable precision (CV 0.33–0.54%) across all repetition levels. In contrast, current measurements on R1 and R2 showed lower accuracy, attributed to the extremely small current (~7.69 µA) approaching the noise floor of the DMM’s microampere range rather than the number of repetitions per se. Overall, increasing the number of measurement repetitions did not consistently improve accuracy or precision, and the initial hypothesis was not confirmed.
PERAN KRITIS EMISIVITAS SEBAGAI FAKTOR INTERFERENSI DALAM AKURASI PENGUKURAN TERMOMETER Gilbert Situmorang; Soha Khairunnisa Siregar; Raja Khairani; Reiphandy Ananda Purba; Kanaya Aisyah Dina; Habibi Azka Nasution; Winsyahputra Ritonga
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 2 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika (in press Desember 2026)
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i2.8181

Abstract

Termometer merupakan instrumen fundamental dalam pengukuran suhu yang digunakan di berbagai bidang sains, teknologi, industri, dan kesehatan. Kajian ini bertujuan mengevaluasi kinerja berbagai jenis termometer, menganalisis faktor-faktor interferensi pengukuran suhu, serta menegaskan peran kritis emisivitas (?) sebagai parameter yang bersifat lintas teknologi dalam mempengaruhi akurasi instrumen, khususnya termometer inframerah. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap 22 artikel ilmiah terindeks internasional (2021–2025) menggunakan protokol PRISMA dengan sintaks Boolean search pada basis data PubMed, Scopus, Frontiers, MDPI, dan arXiv. Hasil kajian menunjukkan termometer bekerja berdasarkan empat prinsip fisika: pemuaian termal, perubahan hambatan listrik, efek termoelektrik, dan radiasi inframerah. Faktor interferensi dikelompokkan menjadi: (1) faktor lingkungan, (2) faktor instrumental, (3) faktor teknis penggunaan, dan (4) faktor karakteristik objek ukur, di mana emisivitas permukaan menjadi variabel dominan yang menghubungkan keempat kelompok faktor tersebut. Kajian menegaskan tidak ada jenis termometer yang unggul di semua kondisi; pemilihan instrumen harus mempertimbangkan karakteristik emisivitas objek, kondisi lingkungan, dan akurasi yang dipersyaratkan secara simultan. Matriks rekomendasi dan kerangka kompensasi emisivitas yang dihasilkan diharapkan berkontribusi sebagai panduan praktis dalam perancangan sistem sensor suhu cerdas berbasis IoT.