Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran kritis siswa kelas V SD Negeri Ngrukeman pada mata pelajaran IPAS. Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan siswa kurang aktif dalam menganalisis masalah dan menyampaikan pendapat secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran deep learning terhadap kemampuan penalaran kritis siswa kelas V SD Negeri Ngrukeman pada mata pelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental design) melalui desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan penalaran kritis siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 61,44 menjadi 78,59, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 61,44 menjadi 70,22. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan pembelajaran deep learning terhadap kemampuan penalaran kritis siswa. Pembelajaran deep learning mampu menciptakan proses belajar yang aktif, bermakna, reflektif, dan menyenangkan sehingga siswa lebih mampu menganalisis masalah dan menarik kesimpulan secara logis.
Copyrights © 2026