Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam sektor pariwisata, terutama dalam strategi promosi dan pengelolaan destinasi wisata berbasis teknologi informasi. Provinsi Riau memiliki potensi wisata berbasis kearifan lokal yang kuat, seperti budaya Melayu, wisata sejarah, tradisi adat, dan wisata alam, namun pemanfaatan digital tourism masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digital tourism dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Riau serta mengidentifikasi peluang dan hambatan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri atas pengelola wisata, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, website pariwisata, dan konten digital mampu meningkatkan promosi destinasi wisata budaya Melayu Riau dan memperluas jangkauan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, pengembangan digital tourism masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur internet, dan kurangnya sumber daya manusia di bidang pemasaran digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa digital tourism berperan penting dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026