Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan plyometric terhadap kebugaran jasmani atlet remaja melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2019–2025 dari database Google Scholar, Garuda, dan PubMed. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur meliputi “plyometric training”, “kebugaran jasmani”, “physical fitness”, “athlete”, dan “atlet remaja”. Artikel yang dipilih merupakan penelitian eksperimen dan kuasi eksperimen yang membahas latihan plyometric pada atlet remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa latihan plyometric memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan berbagai komponen kebugaran jasmani, seperti daya ledak otot, kekuatan, kecepatan, kelincahan, koordinasi gerak, dan daya tahan tubuh. Bentuk latihan yang sering digunakan antara lain jump squat, box jump, tuck jump, depth jump, dan lateral jump dengan durasi latihan rata-rata 4–8 minggu. Latihan plyometric juga terbukti membantu mengurangi kelelahan serta meningkatkan performa atlet pada berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, bola voli, basket, taekwondo, pencak silat, dan renang. Namun, efektivitas latihan dipengaruhi oleh faktor durasi, intensitas, frekuensi latihan, kondisi fisik awal, serta proses pemulihan atlet. Dengan demikian, latihan plyometric dapat dijadikan sebagai metode latihan yang efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan performa olahraga atlet remaja apabila diterapkan secara terprogram dan sesuai prinsip latihan.
Copyrights © 2026