Penelitian ini melatarbelakangi fenomena penggunaan gadget pada anak usia dini yang kerap dipandang negatif, namun di TK Al Hidayah Sukorejo justru diarahkan menjadi media pembelajaran positif melalui kolaborasi antara pihak sekolah dan rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis sinergi sekolah dan orang tua, strategi pemanfaatan gadget, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi bersama kepala sekolah, guru, serta orang tua anak usia 5-6 tahun, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi terwujud melalui komunikasi dua arah via WhatsApp grup dan kegiatan parenting, dengan memanfaatkan gadget untuk mengenalkan huruf, angka, dan cerita moral melalui video edukatif. Faktor pendukung penelitian ini adalah keterbukaan orang tua dan fasilitas sekolah, sedangkan faktor penghambatnya berupa keterbatasan waktu orang tua bekerja dan adanya gap digital. Kesimpulannya, sinergi yang konsisten berhasil mengubah fungsi gadget dari sarana hiburan menjadi media belajar yang efektif dan aman bagi anak usia 5-6 tahun.
Copyrights © 2026