Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan konsep bangun ruang siswa kelas VSD Muhammadiyah Belik, dimana hanya 8 dari 38 siswa (21,1%) yang mencapai ketuntasanbelajar. Kondisi ini disebabkan oleh penyampaian materi yang terlalu abstrak, minimnyapemanfaatan media pembelajaran, serta belum adanya keterkaitan materi dengan budaya sekitarsiswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang melaluipendekatan Etnomatematika berbasis rumah adat Limasan. Metode yang digunakan adalahPenelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, mencakup tahap perencanaan,pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas V, denganpengumpulan data melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukan peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Nilai rata – rata kelas naik dari63,00 dan 67,37 pada siklus I menjadi 76,32 dan 85,05 pada siklus II. Dengan demikian,pendekatan Etnomatematika berbasis rumah adat Limasan terbukti efektif meningkatkanpemahaman konsep bangun ruang sekaligus menjadikannya pembelajaran lebih kontekstual danbermakna bagi siswa.
Copyrights © 2026