Penurunan produktivitas tebu di Indonesia kerap berkaitan dengan rendahnya kualitas tanah, terutama akibat minimnya bahan organik dan dominasi pemupukan anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik terhadap sifat kimia-biologi tanah serta pertumbuhan tanaman tebu varietas Bululawang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dosis pupuk anorganik (0%, 50%, 100%) dan jenis pupuk hayati (tanpa pupuk hayati, Fertomax, Bioneensis, serta kombinasi keduanya). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut BNT pada taraf 5% . Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, pH tanah, N-total, P-tersedia, dan total populasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati dan anorganik berpengaruh nyata terhadap pH tanah, P-tersedia, dan populasi bakteri tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan N-total tanah. Perlakuan PA100FB (pupuk anorganik 100% + Fertomax + Bioneensis) merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan P-tersedia tertinggi (40,86 ppm) dan populasi bakteri tertinggi (9,58 log CFU g⁻¹).
Copyrights © 2026