Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rapid Multiplication of Sugarcane Seedlings of PSJT 941 Variety from Tissue Culture Using Ethephon and Paclobutrazol Arinta Rury Puspitasari; Aprilia Mutia Dewi; Sri Winarsih
Jurnal AgroBiogen Vol 17, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v17n2.2021.p105-112

Abstract

Indonesia's sugar self-sufficiency was targeted since 2014 but the target has not been reached yet. One of the major constraints is the limited healthy seedlings available for new sugarcane area expansion. The mass production of healthy sugarcane seedlings may be achieved by rapid multiplication of tissue culture-derived seedlings using plant growth regulators (PGR) applied in the nursery house. The aim of this study was to determine the effect of ethephon and pacloburazol (PBZ) on the growth and seedling multiplication of sugarcane PSJT 941 variety. The research was carried out in the nursery house at Pasuruan Experimental Station, Indonesian Sugarcane Research Center. This study was arranged using a randomized block design with three replications. The treatments included (a) 3.5 ml/l ethephon, (b) 7.0 ml/l ethephon, (c) 1.5 ml/l PBZ, (d) 3.0 ml/l PBZ, and (e) control (without application of neither ethephon nor PBZ). The results showed that the highest number of shoots per clump was obtained from 3.0 ml/l PBZ treatment (8.7 shoots/clump) after 3 months of application. In the contrary, PBZ reduced the plant height compared with control and ethephon. Ethephon and PBZ treatments improved seed multiplication 8–52 times, much higher than the control that produced seed multiplication value six times. Further study is necessary to obtain optimal PBZ concentration for better stem height by decreasing the PBZ inhibition effect on stem growth.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Hayati dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang di Kebun Bugul Kidul Siti Komariyah; Cahyo Prayogo; Arinta Rury Puspitasari
Indonesian Sugar Research Journal Vol 6, No 1 (2026): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v6i1.174

Abstract

Penurunan produktivitas tebu di Indonesia kerap berkaitan dengan rendahnya kualitas tanah, terutama akibat minimnya bahan organik dan dominasi pemupukan anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik terhadap sifat kimia-biologi tanah serta pertumbuhan tanaman tebu varietas Bululawang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dosis pupuk anorganik (0%, 50%, 100%) dan jenis pupuk hayati (tanpa pupuk hayati, Fertomax, Bioneensis, serta kombinasi keduanya). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut BNT pada taraf 5% . Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, pH tanah, N-total, P-tersedia, dan total populasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati dan anorganik berpengaruh nyata terhadap pH tanah, P-tersedia, dan populasi bakteri tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan N-total tanah. Perlakuan PA100FB (pupuk anorganik 100% + Fertomax + Bioneensis) merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan P-tersedia tertinggi (40,86 ppm) dan populasi bakteri tertinggi (9,58 log CFU g⁻¹).
Peningkatan Sifat Kimia dan Biologi Tanah Vertisol pada Budidaya Tebu Melalui Aplikasi Berbagai Jenis Bahan Organik Sinta Ali Khusnadewi; Cahyo Prayogo; Arinta Rury Puspitasari
Indonesian Sugar Research Journal Vol 6, No 1 (2026): Indonesian Sugar Research Journal
Publisher : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54256/isrj.v6i1.175

Abstract

Produksi gula nasional belum mampu memenuhi kebutuhan gula dalam negeri sehingga Indonesia masih bergantung pada impor. Sementara itu, produktivitas tebu, terutama di Jawa Timur masih fluktuatif. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan luas lahan tebu yang terus meningkat. Salah satu faktor pembatas produktivitas tebu adalah kondisi vertisol yang umumnya memiliki bahan organik rendah. Hal ini mempengaruhi kualitas tanah terutama sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis bahan organik tunggal dan kombinasi terhadap sifat kimia dan biologi vertisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan sembilan perlakuan, yang terdiri dari tanpa bahan organik, sekam bakar, abu ketel, blotong, seresah tebu, serta kombinasi antar ketiganya pada dosis setara 20 t ha⁻¹. Parameter yang diamati meliputi C-organik, N-total, rasio C/N, pH H2O, serta populasi bakteri dan jamur tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi sekam bakar 10 t ha⁻¹ + abu ketel 10 t ha⁻¹ (P5) memberikan peningkatan terbaik terhadap C-organik dan populasi jamur. Sementara itu, kombinasi sekam bakar 7 t ha⁻¹ + abu ketel 7 t ha⁻¹ + blotong 7 t ha⁻¹ (P8) merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan populasi bakteri.