Produksi gula nasional belum mampu memenuhi kebutuhan gula dalam negeri sehingga Indonesia masih bergantung pada impor. Sementara itu, produktivitas tebu, terutama di Jawa Timur masih fluktuatif. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan luas lahan tebu yang terus meningkat. Salah satu faktor pembatas produktivitas tebu adalah kondisi vertisol yang umumnya memiliki bahan organik rendah. Hal ini mempengaruhi kualitas tanah terutama sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis bahan organik tunggal dan kombinasi terhadap sifat kimia dan biologi vertisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan sembilan perlakuan, yang terdiri dari tanpa bahan organik, sekam bakar, abu ketel, blotong, seresah tebu, serta kombinasi antar ketiganya pada dosis setara 20 t ha⁻¹. Parameter yang diamati meliputi C-organik, N-total, rasio C/N, pH H2O, serta populasi bakteri dan jamur tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi sekam bakar 10 t ha⁻¹ + abu ketel 10 t ha⁻¹ (P5) memberikan peningkatan terbaik terhadap C-organik dan populasi jamur. Sementara itu, kombinasi sekam bakar 7 t ha⁻¹ + abu ketel 7 t ha⁻¹ + blotong 7 t ha⁻¹ (P8) merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan populasi bakteri.
Copyrights © 2026