Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kualitas instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi numerik bentuk uraian untuk siswa kelas V sekolah dasar dengan menerapkan Generalized Partial Credit Model (GPCM). Instrumen dikembangkan melalui model formative research dari Tessmer (1993) yang mencakup tahap preliminary, self-evaluation, dan formative evaluation. Tiga paket instrumen dikembangkan, masing-masing terdiri dari 10 butir uraian dengan penskoran politomus (skor 0–3) berdasarkan tiga level kognitif AKM: knowing, applying, dan reasoning. Uji coba dilakukan pada 100 siswa kelas V dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan: (1) seluruh butir soal valid secara isi dengan nilai CVR dan CVI sebesar 1,00; (2) konsistensi internal butir baik dengan korelasi product moment > 0,1966; (3) reliabilitas sangat tinggi dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,871, 0,888, dan 0,875; (4) daya beda butir berkisar antara 0,247–0,765; (5) taraf kesukaran bervariasi pada kategori sedang hingga sukar; (6) analisis ICC-GPCM menunjukkan peningkatan peluang skor tinggi seiring meningkatnya kemampuan siswa; dan (7) validitas konkuren menggunakan analisis jalur berbantuan SmartPLS menunjukkan hubungan positif dan signifikan ketiga paket terhadap hasil belajar matematika (p < 0,05). Instrumen yang dikembangkan sudah memenuhi persyaratan untuk mengukur kemampuan literasi numerik siswa SD secara akurat.
Copyrights © 2026