Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai dampak negatif, seperti menurunnya produktivitas, terganggunya konsentrasi, serta kecenderungan penggunaan media sosial secara kompulsif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan perilaku tersebut adalah pelatihan self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan self-management dalam menurunkan screen time TikTok pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian berjumlah 10 orang dewasa awal yang merupakan pengguna aktif TikTok dengan durasi penggunaan minimal empat jam per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran screen time TikTok dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata screen time TikTok dari 290,40 menit menjadi 163,60 menit per hari setelah pelatihan diberikan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,803 dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan self-management efektif dalam menurunkan screen time TikTok pada dewasa awal. Dengan demikian, pelatihan self-management dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi modifikasi perilaku untuk membantu individu mengelola penggunaan media sosial secara lebih adaptif.
Copyrights © 2026