Muhammad Jamaluddin
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS REINFORCEMENT POSITIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Elmalia Dwi Zeirliana; Siti Jannatul Nur Kholisoh; Muhammad Jamaluddin
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas reinforcement positif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain subjek Tunggal atau SSR. Dalam penelitian ini SSR yang diterapkan ialah A-B. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dilakukan tahap penyaringan dengan menggunakan kuesioner pada skala Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa pada kondisi Baseline A meningkat secara bertahap dan stabil dari sesi pertama hingga sesi kelima. Sebaliknya, pada kondisi Intervensi B, terdapat peningkatan motivasi belajar yang lebih tajam dan signifikan, terutama antara sesi kedua dan ketiga. Sehingga berdasarkan hasil tersebut reinforcement positif terbukti sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Penerapan Reinforcement Positif Terhadap Peningkatan Kehadiran Mahasiswa Dalam Kelas Muhammad Rofiul Himam; Abida Dalla Maslacha; Muhammad Jamaluddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1810

Abstract

Education is an important foundation in life, and discipline, including class attendance, is a key factor in achieving effective learning. This research aims to test the effectiveness of implementing positive reinforcement in increasing student attendance. The research method used was Classroom Action Research (PTK) with three cycles in class X UIN Malang. The main variables are student attendance as the dependent variable and the application of positive reinforcement as the independent variable.  The results showed a significant increase in student attendance after implementing positive reinforcement. At the pre-research stage, 40% of students had poor discipline, 30% good, and 30% very good. After stage I, the percentage of excellent discipline increases to 50%. In stage II, better results were achieved with 70% of students showing very good discipline, and only 10% still lacking discipline. This data shows that positive reinforcement is effective in motivating students to be more disciplined in attending class.  This research provides a theoretical contribution by enriching the literature on the influence of positive reinforcement in education and providing practical implications for education managers in designing strategies to increase student attendance. These results support the hypothesis that students who receive positive reinforcement show higher levels of attendance compared to those who do not receive reinforcement
Efektivitas Token Ekonomi Dalam Mengurangi Perilaku Kecanduan Game Online pada Mahasiswa Fawwaz Zain; Nailassakinah Yahya; Muhammad Jamaluddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1811

Abstract

Addiction to online gaming can be defined as a persistent and obsessive tendency to concentrate on games played through an internet connection while neglecting other activities. Addiction to online gaming is becoming a serious problem for college students, and it has negative effects on their physical, mental, and academic health. The objective of this study was to determine how effective the token economy is in helping college students overcome their online game addiction. It used a single case experimental design with one participant, a student who was addicted to online games. The results of the study indicate that the token economy is effective in reducing behaviors that lead to addiction to online games
Pengaruh Token Ekonomi dalam Mengurangi Perilaku Impulsive buying pada K-Pop Fans Muhammad Jamaluddin; Fadya Putri Maharani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1993

Abstract

Fenomena K-Pop telah berkembang pesat secara global, memunculkan perilaku impulsive buying dikalangan penggemar yang dapat berdampak negatif pada keuangan pribadi mereka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh penerapan token ekonomi dalam mengurangi perilaku impulsive buying pada penggemar K-Pop. Penelitian ini didasarkan pada teori operan conditioning B.F Skinner, yang menyatakan bahwa perilaku dapat diperkuat melalui reinforcement. Token ekonomi memberikan reinforcement berupa token yang dapat ditukar dengan hadiah, sehingga perilaku yang diinginkan diperkuat. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek dikumpulkan dalam tiga fase: baseline pertama (A1), intervensi (B), dan baseline kedua (A2). Pengukuran dilakukan dengan ceklist behaviour untuk menilai perilaku impulsive buying. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi pembelian impulsive dari baseline awal 4,8 menjadi 3,8 selama fase intervensi, yang bertahan hingga fase baseline kedua. Temuan ini mengindikasikan potensi pengaruh token ekonomi dalam memodifikasi perilaku pembelian impulsive, namun juga menunjukkan variasi respon individual. Kesimpulannya, token ekonomi dapat menjadi alat yang berguna dalam manajemen perilaku konsumtif penggemar K-pop, meskipun diperlukan strategi jangka panjang untuk mempertahankan perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang aplikasi prinsip operant conditioning dalam konteks perilaku konsumen kontemporer, khususnya di kalangan penggemar K-pop.