Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan metode pengulangan (taqrir) dalam meningkatkan hafalan Juz Amma siswa kelas II SD MIS Darul Mahmudah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas II sebagai informan utama, serta kepala madrasah dan sepuluh siswa kelas II sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode taqrir di MIS Darul Mahmudah berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui kegiatan pengulangan hafalan klasikal, individu, dan kelompok kecil yang dilaksanakan secara rutin 4–5 kali per minggu dengan durasi 30–45 menit. Faktor pendukung keberhasilan meliputi konsistensi pengulangan, kompetensi guru tahfiz, dukungan orang tua, motivasi belajar siswa, sistem reward, dan komitmen kelembagaan madrasah. Adapun faktor penghambat meliputi kesenjangan kemampuan menghafal antar siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya konsentrasi sebagian siswa, kurang optimalnya keterlibatan orang tua, dan belum terdokumentasikannya metode taqrir secara rinci dalam kurikulum formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode taqrir efektif dalam memperkuat hafalan Juz Amma siswa tingkat dasar jika dilaksanakan secara konsisten, terstruktur, dan didukung oleh seluruh ekosistem pembelajaran
Copyrights © 2026