AI sampai batas tertentu telah melampaui cara kerja kecerdasan manusia dalam mengolah data, menghasilkan konten, dan membantu pengambilan keputusan. Dalam manajemen mutu sekolah perspektif Islam, perkembangan ini tidak cukup dikelola sebagai inovasi teknis, tetapi harus diarahkan oleh nilai tauhid, amanah, ihsan, itqan, syura, keadilan, dan maslahah agar pembelajaran tetap memuliakan manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. Penelitian observasi partisipatif ini menjelaskan proyeksi manajemen sekolah dalam merespons AI di Surabaya. Siswa, guru TIK, dan kepala sekolah memahami serta mengoperasikan AI, tetapi penggunaannya masih lebih dominan untuk hiburan daripada pembelajaran bermutu. Temuan tersebut menunjukkan perlunya sistem mutu yang menyatukan literasi AI, etika digital Islami, penguatan kompetensi guru, pengawasan berbasis muraqabah, evaluasi berkelanjutan melalui muhasabah, serta kebijakan sekolah yang memastikan AI menjadi wasilah peningkatan ilmu, adab, dan kemaslahatan, bukan pengganti peran pendidik.
Copyrights © 2026