Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan modal sosial dan manifestasi resistensi sehari-hari masyarakat Desa Sumput, Gresik, dalam menghadapi dampak eksternalitas industri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pedagang informal, dan pemuda desa. Hasil analisis interaktif menunjukkan bahwa warga mengaktivasi modal sosial berupa kepercayaan dan gotong royong sebagai instrumen substitutif untuk menambal kegagalan pembangunan infrastruktur serta jaring pengaman ekonomi. Selain itu, warga melakukan resistensi terselubung (infrapolitics) sebagai respons rasional atas ketimpangan relasi kuasa dengan korporasi. Studi ini berkontribusi memperkaya literatur sosiologi lingkungan mengenai agensi masyarakat akar rumput. Implikasinya menegaskan perlunya kebijakan pembangunan wilayah industri yang partisipatif, inklusif, dan berbasis keadilan ekologis.Kata kunci: Resistensi Warga, Strategi Adaptasi, Dampak Industri
Copyrights © 2026