Kehidupan keluarga ideal setelah menikah umumnya dijalani dengan tinggal bersama serta menjalankan peran dan fungsi keluarga secara langsung. Namun, tingginya angka pekerja migran di Indonesia menyebabkan banyak pasangan harus menjalani long distance marriage (LDM) transnasional, termasuk saat istri sedang hamil dan membutuhkan kehadiran suami. Penelitian ini bertujuan menganalisis negosiasi struktur keluarga, pembagian peran, dan fungsi keluarga selama masa kehamilan dalam kondisi LDM transnasional melalui perspektif teori struktural fungsional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara mendalam terhadap dua pasangan suami istri serta sumber kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga LDM transnasional tetap mampu mempertahankan struktur dan fungsi keluarga melalui proses adaptasi dan negosiasi berkelanjutan. Peran istri menjadi lebih kompleks karena menjalankan fungsi domestik, reproduktif, dan emosional, sedangkan suami tetap berperan sebagai pencari nafkah dan otoritas utama. Dengan demikian, keluarga LDM transnasional selama kehamilan bersifat fleksibel dan adaptif.Kata kunci: Kehamilan, Keluarga, Long Distance Marriage (LDM), Struktural Fungsional, Transnasional
Copyrights © 2026