Studi ini meneliti mengapa kebijakan pengurangan stunting yang dirancang dengan baik seringkali gagal menghasilkan hasil yang konsisten di tingkat lokal. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitis kualitatif, penelitian ini menyelidiki implementasi kebijakan dalam konteks desa, dengan fokus pada keterkaitan antara perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan beroperasi secara administratif tetapi kurang berdampak substantif karena proses yang terfragmentasi: perencanaan kurang kontekstual, implementasi dibatasi oleh koordinasi yang lemah dan kapasitas relasional yang terbatas, dan evaluasi gagal berfungsi sebagai mekanisme pembelajaran. Kesenjangan ini menunjukkan bukan kegagalan yang terisolasi, tetapi kerusakan sistemik dalam integrasi kebijakan. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memperkenalkan konsep ketidaksesuaian kebijakan-implementasi , menyoroti ketidakselarasan antara desain kebijakan normatif dan kapasitas operasional. Hal ini menantang model implementasi linier dan administratif dan menyerukan pergeseran menuju sistem tata kelola yang relasional, adaptif, dan berbasis pembelajaran. Temuan memberikan wawasan yang lebih luas tentang kegagalan tata kelola dalam kebijakan sosial yang kompleks di luar konteks stunting.
Copyrights © 2026